Kompas.com - 09/04/2018, 23:54 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di acara Generation Next, sebuah Forum Gedung Putih yang menghadirkan kaum milenial dan pejabat pemerintah pada Kamis (22/3/2018), di Washington DC. (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di acara Generation Next, sebuah Forum Gedung Putih yang menghadirkan kaum milenial dan pejabat pemerintah pada Kamis (22/3/2018), di Washington DC. (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan, Senin (9/4/2018), dirinya berencana untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jing Un, pada bulan Mei atau awal Juni.

Dalam pernyataannya yang disampaikan di Gedung Putih, Trump ingin menegaskan bahwa rencana pertemuan bersejarah itu masih berjalan pada jalurnya.

Trump menyampaikan harapannya terhadap hubungan kedua negara yang selama satu abad terakhir banyak diwarnai perang, permusuhan hingga persaingan persenjataan berbahaya, dan membawanya ke masa depan yang lebih ramah.

Berbicara kepada wartawan sebelum rapat kabinet, Trump mengatakan, pertemuan akan berlangsung di bulan Mei atau awal Juni.

Baca juga: Putin Menangi Pilpres Rusia, Trump Ucapkan Selamat Lewat Telepon

Pernyataan itu mengisyaratkan kemungkinan terjadinya pengunduran jadwal dari yang semula direncanakan digelar pada akhir bulan depan. Namun Trump menegaskan pertemuan akan tetap digelar.

"Saya mengharapkan akan ada saling hormat dari kedua belah pihak dan mudah-mudahan akan ada kesepakatan untuk denuklirisasi," kata Trump.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya berharap ini akan menjadi hubungan yang jauh berbeda dari yang telah terjadi jauh selama bertahun-tahun lalu," tambahnya dilansir AFP.

Pengumuman mengejutkan terkait rencana pertemuan antara Trump dengan Kim muncul pada Maret lalu setelah Presiden AS menerima undangan untuk bertemu dengan pemimpin negara yang tertutup itu.

Baca juga: Bertemu Xi dan Siap Denuklirisasi, Motif Kim Jong Un Masih Misteri

Meski banyak pihak yang tidak langsung mempercayai rencana pertemuan itu bakal terlaksana, namun hingga saat ini masih menunjukkan tanda-tanda pembicaraan akan berlangsung.

Terlebih usai kunjungan mendadak Kim ke China baru-baru ini dan bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping, serta serangkaian perundingan jalur belakang antara AS dan Korea Utara, semakin meningkatkan harapan kesepakatan mungkin bisa terlaksana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.