Kompas.com - 09/04/2018, 18:55 WIB
|

MOSKWA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Rusia, Senin (9/4/2018), menyebut dua jet F-15 milik AU Israel menjadi pelaku serangan terhadap pangkalan militer T-4 di Homs, Suriah.

Kedua jet Israel itu menembakkan delapan misil berpemandu tetapi lima di antaranya bisa dirontokkan sebelum menghantam pangkalan udara Suriah itu.

"Kedua pesawat Israel itu tidak memasuki wilayah Suriah. Mereka melepaskan tembakan saat berada di atas Lebanon," demikian Kemenhan Rusia.

Sementara itu, kedutaan besar Israel di Moskwa menolak berkomentar terhadap tudingan pemerintah Rusia tersebut.

Baca juga : Serangan di Pangkalan Udara Pemerintah Suriah Tewaskan 14 Orang

Stasiun televisi Lebanon, Al-Mayadeen mengatakan, pada Senin pagi sebuah pesawat pengintai milik Israel terlihat terbang di atas pangkalan udara Suriah itu.

Al-Mayadeen melaporkan, misil-misil yang dilepaskan jet-jet Israel itu melesat melintasi wilayah udara Lebanon di atas wilayah Keserwan dan Bekaa menuju ke arah Suriah.

Sementara itu, kantor berita Suriah, SANA mengabarkan, akibat serangan tersebut beberapa orang tewas dan terluka tanpa merinci jumlah korban.

SANA juga menduga Amerika Serikat berada di balik serangan tersebut meski Washington membantah keterlibatannya.

"Saat ini, Kementerian Pertahanan tidak memerintahkan serangan apapun terhadap Suriah," demikian pernyataan resmi Pentagon.

"Meski demikian, kami tetap memantau situasi dan mendorong upaya diplomatik untuk menahan siapa saja yang memiliki senjata kimia di Suriah," tambah Pentagon.

Baca juga : AS Bantah Terlibat dalam Serangan Rudal di Pangkalan Militer Suriah

Serangan terhadap pangkalan udara T-4 itu terjadi tak lama setelah negara-negara Barat menuduh pemerintah Suriah yang melakukan serangan senjata kimi terhadap kota Douma.

Serangan senjata kimia itu dilaporkan oleh White Helmets, sebuah organisasi yang banyak terlibat membantu korban perang tetapi oleh sebagian pihak dituduh dekat dengan kelompok-kelompok militan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.