Kompas.com - 09/04/2018, 09:37 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com - Petugas keamanan Somalia menyita uang tunai senilai jutaan dollar Amerika Serikat di Bandara Mogadishu, Minggu (8/4/2018).

Tiga koper yang berisi uang tunai senilai 9,6 juta dollar AS atau Rp 132,1 miliar itu disita dari sebuah pesawat yang terbang dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Pejabat bagian keamanan senior Somalia mengatakan kepada VOA, uang yang telah disimpan di bank sentral Somalia itu kini menunggu penyelidikan.

Baca juga : Somaliland, Negeri Sempalan Somalia yang Damai dan Demokratis

Sementara, pejabat lainnya menyatakan, Duta Besar Mohammed Ahmed Othman Al Hammadi, yang merupakan utusan UEA di Mogadishu, telah berada di bandara untuk menerima uang tersebut.

Pejabat itu mengatakan, Al Hammadi mencoba mengambil uang itu dan membawanya keluar dari bandara. Namun, petugas memintanya untuk memasukkan koper berisi uang itu ke alat pemindai.

"Duta besar menolak, kemudian berjalan kembali ke pesawat dnegan tiga tas itu, dan unit anti-terorisme menyitanya," kata petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Al Hammadi mengatakan, uang tersebut tidak disalurkan ke kedutaan UEA.

"Uang itu untuk kementerian pertahanan. Ini gaji tentara Somalia." katanya kepada VOA.

Menurutnya, pemerintah Somalia mengetahui keberadaan uang tersebut. Seperti diketahui, UEA telah melatih tentara Somalia di Mogadishu dan sekitar 1.000 polisi maritim di wilayah Puntland.

Baca juga : Teror Dua Bom Mobil di Somalia, 38 Orang Tewas

Pejabat Somalia berpendapat, uang itu tidak diberikan kepada tentara para tentara.

"Gaji tentara kurang dari 1 juta dollar AS, ini hampir 10 juta dollar AS. Saya yakin mereka telah diinformasikan untuk tidak membawa uang," ucapnya.

Hubungan antara Somalia dan UEA mulai membeku sejak tahun lalu, ketika pemerintah Mohamed Abdullahi Mohamed menolak untuk memutuskan hubungan dengan Qatar.

Somalia memilih untuk mengambil posisi netral pada perselisihan antara Arab Saudi dan Qatar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.