Kompas.com - 08/04/2018, 16:08 WIB
Kaum minoritas Rohingya di balik pagar kawat berduri di perbatasan distrik Maungdaw di Rakhine, 18 Maret 2018. Gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Bangladesh turut meningkatkan bahaya penyelundupan narkoba ke negara itu. AFP/JOE FREEMANKaum minoritas Rohingya di balik pagar kawat berduri di perbatasan distrik Maungdaw di Rakhine, 18 Maret 2018. Gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Bangladesh turut meningkatkan bahaya penyelundupan narkoba ke negara itu.

YANGON, KOMPAS.com - Pejabat senior PBB menyebut Myanmar tidak siap menghadapi kepulangan pengungsi warga etnis Rohinya pada tahun ini.

Seperti diketahui, Myanmar dituduh melakukan pembersihan etnis dengan operasi militer sehingga menyebabkan sekitar 700.000 warga Rohingya melarikan diri dan mengungsi ke Bangladesh.

Dilansir dari Channel News Asia, Minggu (8/4/2018), pemerintah Myanmar berjanji akan melakukan yang terbaik untuk memastikan kembalinya etnis Rohingya melalui perjanjian yang disepakati bersama Bangladesh pada November lalu.

"Dari apa yang saya lihat dan dengar dari masyarakat bahwa tidak ada akses layanan kesehatan, perlindungan, dan kelanjutan pemindahan. Kondisi tidak kondusif untuk kembali," ujar Ursula Mueller, Asisten Sekjen PBB untuk Kemanusiaan.

Baca juga : 20 Hari Terombang-ambing di Laut, 5 Warga Rohingya Diselamatkan Nelayan Aceh

Selama berkunjung enam hari ke Myanmar, Mueller telah diberi akses langka oleh pemerintah. Dia diizinkan untuk mengunjungi wilayah yang paling terkena dampak operasi militer di negara bagian Rakhine.

Mueller juga bertemu dengan menteri pertahanan dan urusan perbatasan, dan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan pejabat sipil lainnya.

"Saya meminta (pejabat Myanmar) untuk mengakhiri kekerasan, dan kembalinya para pengungsi dari Cox's Bazar akan dilakukan dengan sukarela, bermartabat," kata Mueller kepada Reuters, seperti dilaporkan Channel News Asia.

Sejauh ini, pemerintah Myanmar telah melakukan verifikasi kemungkinan ratusan pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar.

Namun, pejabat di Bangladesh meragukan kesediaan Myanmar untuk memulangkan pengungsi Rohingya.

Pemerintah Bangladesh mengatakan akan memulai relokasi sekitar 100.000 pengungsi Rohingya dari kamp pengungsian ke sebuah pulau terpencil di lepas pantai selatan negara itu pada Juni 2018.

Baca juga : Juni, Bangladesh akan Relokasi Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Otoritas setempat menyebut, tempat penampungan untuk sekitar 50.000 pengungsi Rohingya telah selesai dibangun di Bhashan Char.

Sementara penampungan untuk pengungsi lainnya akan diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

"Rencana ini akan dimulai pada pekan pertama bulan Juni mendatang," kata Sekretaris Manajemen Bencana Bangladesh, Shah Kamal kepada Badan PBB di Dhaka, pekan lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X