China Cari Donor Sperma, Pendonor Diwajibkan Setia pada Partai Komunis

Kompas.com - 07/04/2018, 19:13 WIB
Ilustrasi donos sperma. NEW YORK POST/SHUTTERSTOCKIlustrasi donos sperma.

BEIJING, KOMPAS.com - Sebuah bank sperma di Beijing, China mengubah persyaratan yang wajib dipenuhi calon pendonor sebelum dapat menyumbangkan spermanya.

Persyaratan yang dibuat kini telah diperketat, salah satunya adalah calon pendonor wajib merupakan warga yang setia kepada Partai Komunis yang berkuasa di China. Demikian diberitakan New York Post.

Rumah Sakit Universitas Peking III, yang dikelola pemerintah, telah mengunggah postingan mengenai syarat calon donor sperma itu lewat akun aplikasi pesan, WeChat.

Baca juga: Sangat Minim Donor Mata, Transplantasi Kornea pada Anak Terkendala

Dalam postingan itu, pihak rumah sakit mencari kontribusi dari para pria sebagai calon pendonor sperma dengan syarat berpola pikir politik yang baik, mendukung sosialisme dan Tanah Air, serta harus mendukung kepemimpinan partai dan setia pada peraturannya.

Postingan tersebut sempat diubah pada Jumat (6/4/2018), dengan menghapus syarat yang mengarah pada partai politik, namun demikian menambahkan persyaratan lain.

"Pria berusia antara 20-45 tahun dengan perilaku ortodoks, berkepribadian menarik dan tidak memiliki masalah politik atau penyakit menular kami ajak untuk mendaftarkan diri sebagai pendonor sperma pada 23 Mei mendatang," tulis pernyataan pihak rumah sakit dilansir New York Post.

Bagi calon pendonor yang lolos dan diterima donornya makan berkesempatan mendapatkan uang tunai hingga 870 dollar AS (sekitar Rp 11,9 juta) atas partisipasinya.

China sebagai salah satu negara berpenduduk padat di dunia ternyata justru tengah menempati peringkat rendah di dunia dalam angka kelahiran per tahun.

Baca juga: Pria Ini Temukan Donor Ginjal Berkat Foto Kaus Miliknya Viral

Hal itu mulai menjadi perhatian pemerintah yang kemudian menghapus kebijakan satu keluarga satu anak yang telah berlaku selama sepuluh tahun dan berakhir pada 2015 lalu.

Pemerintah bahkan semakin mendorong warganya untuk menikah seiring dengan Partai Komunis yang kian berkuasa di banyak aspek masyarakat di China, mulai dari ekonomi hingga politik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X