Kompas.com - 06/04/2018, 22:30 WIB
Pasukan militer Qatar saat mengikuti pawai kemerdekaan di Doha pada Desember 2017. AFP/STRINGERPasukan militer Qatar saat mengikuti pawai kemerdekaan di Doha pada Desember 2017.

DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar mengumumkan untuk pertama kalinya akan membuka kesempatan kepada warga perempuan untuk dapat bergabung dengan militer.

Undang-undang baru yang dikeluarkan Emir Qatar kini mengizinkan kepada warga perempuan berusia di atas 18 tahun untuk menjadi sukarelawan dalam Akademi Pengabdian Nasional.

Sedangkan bagi kaum laki-laki berusia 18 hingga 35 tahun akan diwajibkan untuk melayani dalam wajib militer selama satu tahun. Lama wajib militer itu bertambah dari yang sebelumnya hanya tiga bulan.

Menurut kantor berita Qatar, QNA, aturan terkait wajib militer bagi pria dan juga sukarelawan perempuan tersebut akan segera diberlakukan.

Baca juga: Turki Bakal Tempatkan Militer di Qatar

"Setiap warga laki-laki Qatar berusia antara 18 hingga 35 tahun akan diharuskan menjalani wajib militer selama satu tahun, sementara dinas nasional bagi perempuan bersifat sukarela," demikian diberitakan QNA, Kamis (5/4/2018).

Disampaikan sumber terkait hal tersebut, ini menjadi kali pertama perempuan Qatar diizinkan untuk bergabung dalam dinas nasional.

Meski sebenarnya telah ada beberapa perempuan yang bergabung dengan militer Qatar namun baru sebatas untuk urusan administratif.

Belum diketahui peran apa yang akan diberikan kepada para sukarelawan perempuan tersebut di dinas nasional.

Undang-undang baru yang dikeluarkan Emir Qatar itu juga akan mengatur soal pengajuan permohonan wajib militer yang harus dilakukan warga laki-laki dalam rentang waktu 60 hari sejak mereka berulang tahun ke-18 tahun.

Qatar juga mengancam warga negara laki-lakinya yang berupaya menghindari dari wajib militer dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda hingga 50.000 riyal Qatar (Rp 189 juta).

Baca juga: Saudi Dituding Larang Warga Qatar Menjalankan Ibadah Umrah

Aturan wajib militer bagi warga laki-laki Qatar pertama diperkenalkan pada November 2013.

Qatar kini tengah berada dalam situasi krisis diplomatik Teluk yang semakin dalam, menyusul pemutusan hubungan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir sejak Juni 2017 lalu.

Qatar telah dituduh menjadi pemasok dana bagi kelompok ekstremis Islam dan menjalin hubungan dengan rival Saudi, Iran.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X