20 Tahun Menanti Eksekusi Mati, Perempuan Ini Akhirnya Dibebaskan

Kompas.com - 06/04/2018, 21:35 WIB
Asma Nawab (36) dituduh membunuh seluruh keluarganya pada 1998 dan dijatuhi hukuman mati. Namun, setelah bandingnya diterima MA Pakistan, Asma dibebaskan pada Kamis (5/4/2018). AFP/ASIF HASSANAsma Nawab (36) dituduh membunuh seluruh keluarganya pada 1998 dan dijatuhi hukuman mati. Namun, setelah bandingnya diterima MA Pakistan, Asma dibebaskan pada Kamis (5/4/2018).
|

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Seorang perempuan Pakistan yang selama 20 tahun menanti eksekusi hukuman mati dibebaskan pada Kamis (5/4/2018).

Asma Nawab, nama perempuan itu, dijatuhi hukuman mati karena dianggap terbukti membunuh keluarganya pada 1998.

Asma baru berusia 16 tahun saat kedua orangtua dan saudara laki-lakinya terbunuh 20 tahun lalu dalam sebuah upaya perampokan di kediaman mereka di kota pelabuhan Karachi.

Terkait pembunuhan itu, Asma Nawab, tunangannya Farhan Ahmed, dan dua orang lainnya ditangkap, diadili kemudian dijatuhi hukuman mati.


Baca juga : Korupsi Rp 2 Triliun, Mantan Pejabat Kota di China Dihukum Mati

Pengadilan menganggap pembunuhan itu terkait dengan rencana pernikahan Asma dan Farhan yang tak direstui kedua orangtua perempuan itu.

Asma tentu saja mengajukan banding, tetapi dengan sistem hukum yang amat buruk dan bertele-tele di Pakistan kasus ini berjalan amat lamban.

Akhirnya pada 2015, kuasa hukum Asma berhasil mengajukan banding ke Mahkamah Agung dan setelah menggelar sidang selama tiga tahun memutuskan Asma dan tiga orang lainnya dibebaskan.

"Mahkamah Agung memutuskan tak terdapat cukup bukti yang memberatkan klien kami dan akhirnya memutuskan untuk membebaskan dia," katya Javed Chatari, yang menjadi kuasa hukum Asma Nawab sejak 1998, Jumat (6/4/2018).

Chatari menambahkan, karena tak memiliki keluarga tersisa maka dia membawa Asma ke pesisir Karachi dengan harapan embusan angin laut bisa menenangkan kliennya itu.

Baca juga : Pria Ini Memohon agar Anaknya Tidak Dihukum Mati

Asma yang dijadwalkan mengunjungi rumah keluarganya pada akhir pekan ini dan menurut sang kuasa hukum, perempuan itu bisa menggugat negara.

"Namun, melihat kondisinya saat ini nampaknya langkah itu nyaris tak mungkin diambil," tambah Chatari.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS 'Negara Iblis'

Terungkap, Pelaku Penembakan Pangkalan AL Pensacola Sebut AS "Negara Iblis"

Internasional
Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Jenazah Pelaku Teror London Bridge yang Tewaskan 2 Orang Dikuburkan di Pakistan

Internasional
Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Inilah Identitas Tentara Arab Saudi yang Jadi Pelaku Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Peringatan China kepada AS | Jokowi Dapat Penghargaan Asian of the Year

Internasional
Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Berhenti Menari di Pesta Pernikahan, Wanita India Ditembak di Wajah

Internasional
Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X