Penikaman Terjadi Lagi di London, Kini 6 Remaja Ditusuk dalam Semalam

Kompas.com - 06/04/2018, 14:49 WIB
Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun ditembak mati di Tottenham, London utara, Inggris, Senin (2/4/2018). (Sky News) Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun ditembak mati di Tottenham, London utara, Inggris, Senin (2/4/2018). (Sky News)

LONDON, KOMPAS.com - Sebanyak enam remaja ditikam dalam rentang waktu 90 menit di beberapa lokasi berbeda, di London, Inggris, menambah deretan tragedi kekerasan yang terus berlanjut.

Dilansir dari BBC, Kamis (5/4/2018), seorang dari korban berusia 13 tahun kini terluka parah, setelah ditikam di Newham, London timur.

Tiga orang pemuda ditangkap karena dicurigai terkait dengan insiden tersebut.

Baca juga : Dua Aksi Penembakan di London Tewaskan Seorang Remaja Perempuan

Remaja di Ealing, London barat, juga harus menderita luka tusukan. Polisi Metropolitan London menyatakan, kondisi remaja yang ditusuk pada pukul 19.00 itu belum dapat diketahui. Namun, dia sudah dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.

Sementara itu, dua remaja berusia 15 tahun berada dalam kondisi serius, di rumah sakit, dalam insiden penikaman ketiga malam itu di Mile End.

Seorang pria ditahan karena dicurigai melakukan percobaan pembunuhan, sedangkan seorang remaja laki-laki usia 16 tahun yang mengalami luka ringan juga ditangkap.

Di sisi lain, warga dan tokoh masyarakat melakukan unjuk rasa di stasiun Hackney, London timur, untuk menuntut tragedi kekerasan yang juga telah memakan korban jiwa selama tahun ini.

Wali Kota London Sadiq Khan membantah tudingan bahwa polisi telah kehilangan kendali atas kejahatan di London, sementara lebih dari 55 insiden upaya pembunuhan telah terjadi sejak awal tahun.

The Independent mewartakan, Khan mengkritik pemotongan anggaran polisi yang dilakukan pemerintah pusat. Dalam 7 tahun, polisi kehilangan 700 juta poundsterling atau Rp 13,4 triliun dalam anggarannya.

Baca juga : Pembunuhan di London Terus Meningkat, Tahun Ini Ada 46 Korban Tewas

"Selama tiga tahun ke depan, pemerintah berencana untuk memotong 300 juta poundsterling (Rp 5,7 triliun) lagi," katanya.

"Jadi pesan saya kepada pemerintah, tolong bekerja sama dengan kami untuk menyelesaikan masalah ini," tambahnya.

Sebelumnya, pada Rabu (4/5/2018), Tanesha Melbourne (17) ditembak dan dibunuh di Tottenham, sebelumnya, Amaan Shakoor (16) dari Leyton, ditembak pada bagian wajahnya di Walthamstow. Shakoor meninggal pada keesokan harinya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X