Kompas.com - 06/04/2018, 14:10 WIB
|

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali menyerang Amerika Serikat dengan menyebut CIA berencana membunuh dia.

Dalam pidatonya di Manila, Kamis (5/4/2018), Duterte mengecam pemerintah AS yang menunda penjualan senjata dengan alasan pelanggaran HAM di Filipina.

"Faktanya adalah, orang Amerika tidak pernah menepati janjinya," ujar Duterte seolah membenarkan keputusannya berpaling ke China dan Rusia.

"Setidaknya, jika pesawat saya meledak, atau ada bom tepi jalan meledak, mungkin kalian bisa tanyakan ke CIA," ujar Duterte di hadapan para petani dan nelayan di Istana Malacanang, Manila.

Baca juga : Duterte: Filipina Siap Menerima Pengungsi Genosida Myanmar

Ini bukan kali pertama Duterte menuduh CIA berencana membunuh dirinya.

Pada 2016, di hadapan warga Filipina di Vietnam, Duterte mengatakan, dia menerima laporan bahwa CIA berencana membunuhnya.

Setahun kemudian, Duterte pernah mengatakan bahwa jika dia tewas maka Amerika Serikat khususnya CIA adalah dalangnya.

Duterte juga mengklaim CIA menjadi biang keladi kegagalan penggerebekan terhadap seorang pemimpin pemberontak Muslim pada 2015 yang mengakibatkan 44 orang polisi tewas

Pada Februari lalu, Duterte juga mengklaim CIA membiayai situs berita Rappler. Tuduhan itu langsung dibantah situs berita yang berbasis di Manila tersebut.

Rappler menjadi sasaran Duterte karena termasuk kerap mengkritik kebijakan yang diambil pemerintahannya.

Baca juga : Duterte Sebut Pejabat PBB yang Menghinanya Berkepala Kosong

Sementara itu, Dubes AS untuk Filipina Sung Kim membantah pemerintahnya mencoba untuk menggerogoti pemerintahan Duterte.

Namun, dalam sebuah laporan CIA pada 2018 menyebut Duterte sebagai salah satu "ancaman regional" di Asia Tenggara.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.