Pengadilan Jerman Bebaskan Mantan Pemimpin Catalonia

Kompas.com - 06/04/2018, 13:39 WIB
Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menandatangani deklarasi kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol,  Selasa (10/10/2017) waktu setempat, namun menunda pemisahan diri secara resmi dan menyerukan dialog dengan Madrid. AFPPemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, menandatangani deklarasi kemerdekaan wilayah itu dari Spanyol, Selasa (10/10/2017) waktu setempat, namun menunda pemisahan diri secara resmi dan menyerukan dialog dengan Madrid.

BERLIN, KOMPAS.com - Mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont bebas dengan jaminan setelah sempat ditahan di Jerman.

Dilansir dari BBC, Kamis (5/4/2018), Pengadilan Jerman menolak menggunakan "pemberontakan" sebagai alasan untuk mengekstradisi Puigdemont dan memerintahkan pembebasan dengan jaminan terhadapnya.

Selama lebih dari sepekan, pengadilan telah mempertimbangkan langkah terkait permintaan Spanyol untuk mengekstradisi pria berusia 55 tahun itu.

Baca juga : Ditahan di Jerman, Puigdemont Minta Pendukungnya Teruskan Perjuangan

Pengadilan Schleswig-Holstein menyatakan, Puigdemont masih bisa dijerat dengan tuduhan korupsi yang dilakukannya di Spanyol, kendati dia bebas sambil menunggu putusan.

Kasus korupsi yang dimaksud adalah penyalahgunaan dana publik pada Oktober lalu, untuk menyelenggarakan referendum kemerdekaan yang tidak sah.

Namun, pengadilan masih meminta informasi lanjutan mengenai tuduhan tersebut dan menetapkan jaminan senilai 75.000 euro atau Rp 1,2 miliar.

Ketua Parlemen Catalonia Roger Torrent menyampaikan tanggapan atas pembebasan Puigdemont, yang dianggapnya sebagai berita baik.

"Kami selalu mengatakan bahwa tidak pernah ada kekerasan. Tuduhan pemberontakan sama sekali tidak berdasar," kicaunya di Twitter.

Baca juga : Puigdemont Ditangkap, Ribuan Warga Bentrok dengan Polisi di Barcelona

Melalui juru bicaranya, Pemerintah Spanyol menghormati keputusan pengadilan Jerman.

"Pemerintah tidak pernah memberikan pendapat pada pengadilan, terutama ketika menyangkut keputusan pengadilan yang dibuat negara lain," kata juru bicara pemerintah.

Puigdemont ditangkap di Jerman pada 25 Maret lalu, ketika dia melakukan perjalanan kembali ke Belgia dari Finlandia. Puigdemont tinggal di pengasingan di Belgia, setelah melarikan diri dari Spanyol pada Oktober 2017.

Penahanan terhadapnya dilakukan karena Spanyol menerbitkan Surat Penangkapan Eropa untuk menangkapnya atas tindakan referendum kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X