Kompas.com - 06/04/2018, 12:35 WIB
Pasukan AD Amerika Serikat dari Resimen ke-64, Divisi Infanteri ke-7, bersorak bergembira saat mendengar kabar dihentikannya baku tembak pada 11 November 1918. WikipediaPasukan AD Amerika Serikat dari Resimen ke-64, Divisi Infanteri ke-7, bersorak bergembira saat mendengar kabar dihentikannya baku tembak pada 11 November 1918.
|

Pada November 1915, kapal selam Jerman menenggelamkan sebuah kapal milik Italia, juga tanpa peringatan. Akibatnya, 272 orang di atas kapal itu tewas, termasuk 27 warga Amerika Serikat.

Dengan serentetan insiden ini, pandangan publik di Amerika Serikat terhadap Jerman berubah drastis.

Pada Februari 1917, Jerman yang bertekad memenangkan perang kembali mengambil langkah untuk menembaki kapal-kapal dagang yang memasuki perairan di zona perang.

Tiga hari kemudian, AS memutuskan hubungan diplomatik dengan Jerman dan di hari yang sama kapal AS Housatonic ditenggelamkan kapal selam Jerman.

Baca juga : 100 Tahun Perang Dunia I Diperingati di Berbagai Negara

Pada 22 Februari, Kongres mengesahkan undang-undang pencairan anggaran perang sebesar 250 juta dolar AS untuk mempersiapkan negeri itu untuk berperang.

Pada akhir Maret 1917, kapal selam Jerman menenggelamkan empat kapal dagang AS dan pada 2 April Presiden Wilson berpidato di hadapan Kongres membawakan pesan perangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya dalam waktu empat hari, Senat dan DPR AS mendukung niat pemerintahan Presiden Wilson untuk terjun ke Perang Dunia I.

Meski berbagai langkah diambil untuk mempersiapkan militer AS sudah berlangsung sejak setahun sebelumnya, tetap saja Presiden Wilson tak bisa langsung mengirimkan bantuan signifikan bagi Sekutu.

Saat itu, AD Amerika Serikat hanya mampu memobilisasi 100.000 personel saat negeri itu memasuki kancah perang. Untuk mengatasi masalah ini, Presiden Wilson langsung mengambil kebijakan wajib militer.

Alhasil, saat Perang Dunia I berakhir pada 11 November 1918, sudah lebih dari 2 juta tentara AS bertugas di medan-medan pertempuran Eropa dengan  50.000 di antaranya tewas.

Namun, pengaruh terpenting terlibatnya AS dalam Perang Dunia I adalah menyelamatkan Inggris dan sekutunya dari kebangkrutan.

Hingga awal April 1917, Inggris telah menghabiskan uang 75 juta dolar AS per pekan untuk membeli persenjataan dan logistik dari AS baik untuk negeri itu atau sekutunya.

Secara total Inggris sudah mengalami defisit anggaran hingga 358 juta dolar akibat perang tersebut.

Selain itu, kedatangan militer AS secara krusial menambah kekuatan sekutu, khususnya angkatan laut untuk melawan blokade Jerman.

AL Amerika Serikat tiba di Inggris pada 9 April 1917 atau hanya tiga hari setelah deklarasi perang dikumandangkan.

Namun, Jenderal John J Pershing, yang menjadi komandan pasukan AS di Eropa, baru tiba pada 14 Juni 1917 atau sekitar sepekan setelah kedatangan angkatan laut.

Baca juga : Jerman Minta Maaf atas Pengepungan Leningrad di Perang Dunia II

Gelombang pertama sebanyak 14.000 personel militer AS tiba di Perancis dan langsung berlatih untuk mempersiapkan diri ke pertempuran.

Meski keterlibatan AS amat terlambat dalam Perang Dunia I, tetapi sejarah mencatat kedatangan AS mengubah jalannya perang dan membantu sekutu mengalahkan Jerman.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.