Ayah dan Anak di China Paksa 7 Pengidap Gangguan Mental Jadi Pengemis

Kompas.com - 06/04/2018, 10:44 WIB
Ayah dan anak itu awalnya menculik mereka, kemudian mempekerjakannya sebagai pengemis. (Sina via South China Morning Post) Ayah dan anak itu awalnya menculik mereka, kemudian mempekerjakannya sebagai pengemis. (Sina via South China Morning Post)

DAYE, KOMPAS.com - Seorang ayah dan anak laki-lakinya memaksa 7 pria yang mengidap gangguan mental untuk mengemis di jalanan di kota Daye, di provinsi Hubei, China.

South China Morning Post mewartakan pada Kamis (5/4/2018), kepolisian Daye telah menangkap dan mengidentifikasi keduanya memiliki nama keluarga Zhao.

Awalnya, ayah (47) dan anak (20) itu menculik 7 orang tersebut tahun lalu dan memaksa mereka tinggal di truk, dengan diberi makanan seadanya.

Baca juga : Dibatasi Pemerintah, Situs Belanja di China Tarik Penjualan Alkitab

Keduanya kerap memukuli mereka dengan tongkat, apabila mereka tidak menaati kemauannya atau tidak mendapatkan uang sesuai target.

Seluruh pria yang jadi pengemis itu berusia antara 17 hingga 55 tahun. Semuanya kesulitan untuk mempelajari hal dan banyak yang susah diajak berkomunikasi.

Kedua tersangka sempat menolak tuduhan telah memperbudak para pria itu. Kepada polisi, ayah dan anak mengatakan pengemis-pengemis tersebut merupakan bagian dari rombongan pertunjukan.

Dengan membawa sepasang unta, keduanya beralasan mereka sedang melakukan pertunjukan keliling.

Baca juga : Pertanyakan Nasib Suami, Istri Pengacara China Jalan Kaki 100 Km

"Kami menemukan air kotor ada di mana-mana dan ada bau tidak sedap ketika kami membuka pintu truk," kata petugas polisi senior Liu Weimin.

Truk telah dimodifikasi untuk menampung tempat tidur susun agar para pria itu dapat tidur.

Pakaian mereka robek dan tempat tidurnya kotor. Mereka dilarang pergi ke kamar mandi untuk waktu yang lama, sehingga bau busuk menyengat dapat tercium dari tempat itu.

Polisi mengetahui kejanggalan ketika melihat seorang remaja berusia 17 tahun yang mengemis di jalan dengan membawa seekor unta pada pekan lalu.

Baca juga : Curi Benih Beras Hasil Riset Genetika, Ilmuwan China Dibui 10 Tahun

Liu dan petugas berpakaian preman mengikuti pengemis itu, yang mengantarkan para polisi ke lokasi truk.

Polisi menemukan dua pria yang diculik telah kehilangan kakinya, sementara seorang lagi tunarungu.

Kemudian, petugas juga membantu korban untuk kembali ke rumah mereka pada awal pekan ini. Sementara, tersangka ditahan dan kasusnya masih diproses.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X