Duta Besar Rusia untuk PBB: Inggris "Bermain Api" dan Bakal Menyesal

Kompas.com - 06/04/2018, 08:12 WIB
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia berbicara kepada media di markas besar PBB pada 26 Maret 2018 di New York, Amerika Serikat. (AFP/Spencer Platt) Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia berbicara kepada media di markas besar PBB pada 26 Maret 2018 di New York, Amerika Serikat. (AFP/Spencer Platt)

NEW YORK, KOMPAS.com — Rusia menuding Inggris telah "bermain api" terkait tuduhan terhadap upaya pembunuhan mantan agen Rusia di Inggris pada 4 Maret.

Dilansir dari CNN, pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis (5/4/2018), Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengecam dan menyebut tuduhan Inggris kepada Rusia merupakan cerita palsu.

"Kami telah memberi tahu rekan-rekan Inggris kami, mereka sedang bermain api dan mereka akan menyesal," katanya.

Baca juga: Kasus Sergei Skripal, Rusia Minta Pertemuan Dewan Keamanan PBB


Setelah pertemuan itu, dia menegaskan, tuduhan Inggris tidak benar dan harus meminta maaf. Dia juga menuding Inggris telah menggerakkan negara lain melawan Rusia.

"Orang normal harus minta maaf untuk itu," ucapnya.

Duta Besar Inggris untuk PBB Karen Pierce mengatakan, Rusia menolak memberi bantuan ketika Inggris memintanya pada awal penyelidikan kasus peracunan mantan agen Rusia di Inggris, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia.

Kepada Dewan Keamanan PBB, Pierce menyampaikan, penyelidikan telah dilakukan karena racun saraf yang digunakan untuk membunuh warga sipil di wilayah Inggris merupakan racun kelas militer.

"Itu dilakukan dengan sembrono dan tanpa memperhatikan keselamatan publik," katanya.

Baca juga: Putri Mantan Agen Ganda Rusia Dikabarkan Menelepon Keluarganya

Sementara itu, AFP  melaporkan, kondisi Yulia telah berangsur membaik dan melontarkan pernyataan pertamanya kepada publik.

"Saya sudah sadar sejak seminggu lalu dan sekarang saya senang tenaga saya bertambah tiap hari," katanya, seperti dikutip dalam rilis yang dikeluarkan kepolisian.

Sebulan setelah Skripal dan Yulia diracuni di Salisbury, Inggris dan Rusia terlibat dalam perdebatan mengenai pihak mana yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X