Pemimpin Tertinggi Iran: Negosiasi dengan Israel Tak Bisa Dimaafkan

Kompas.com - 05/04/2018, 22:37 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan segala bentuk perundingan yang dilakukan dengan Israel adalah kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.

Pernyataan Khamenei itu diduga kuat berkaitan dengan komentar yang sebelumnya disampaikan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat kunjungannya ke AS, Senin (2/4/2018) lalu.

Ketika itu, pangeran yang kerap disapa MbS itu menyebutkan jika Israel, sama dengan Palestina, memiliki hak atas sebuah Tanah Air.

Mengutip The New Arab, komentar yang disampaikan pemimpin de facto Kerajaan Saudi itu seolah menunjukkan hubungan antara kedua negara yang semakin mencair.

Baca juga: Pangeran MBS: Arab Saudi dan Israel Punya Kepentingan yang Sama

"Sebuah pergerakan menuju negosiasi dengan rezim yang curang, penuh kebohongan dan menindas itu adalah sebuah kesalahan besar yang sangat tidak bisa dimaafkan dan hanya akan memundurkan upaya kemerdekaan rakyat Palestina," kata Khamenei dalam pernyataan resmi yang dibacakan, Rabu (4/4/2018).

Khamenei dalam pernyataannya mencoba tidak menyebut maupun menyinggung nama Arab Saudi. Namun dia mengatakan, sudah menjadi kewajiban sesama muslim untuk mendukung perlawanan Palestina dalam meraih kemerdekaan.

Komentar yang disampaikan Pangeran Mohammed bin Salman bertepatan dengan ketegangan di perbatasan Gaza yang terjadi antara Palestina dengan Israel.

Bentrokan yang terjadi antara warga Palestina dengan tentara Israel pada Jumat (30/3/2018) pekan lalu telah menewaskan belasan warga Palestina.

Pernyataan Khamenei tersebut disampaikan menyusul diterimanya surat dari pemimpin Hamas, Ismail Haniya yang mengkritik negara-negara Arab yang menunjukkan dukungannya terhadap AS.

Baca juga: Putra Mahkota Saudi: Israel dan Palestina Punya Hak di Tanah Mereka

Sedangkan Arab Saudi dan Israel dikenal sebagai sekutu kuat AS dan menjadi musuh bebuyutan Iran. Riyadh saat ini bersitegang dengan Teheran terkait krisis di Yaman, Irak, dan juga Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.