Biografi Tokoh Dunia: Chiang Kai Shek, Presiden Pertama Taiwan

Kompas.com - 05/04/2018, 20:54 WIB
Chiang Kai Shek meninggal dunia di usia 87 tahun karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk hingga mengalami gagal ginjal dan sempat terkena serangan jantung. ENCYCLOPEDIA BRITANNICAChiang Kai Shek meninggal dunia di usia 87 tahun karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk hingga mengalami gagal ginjal dan sempat terkena serangan jantung.

 

Setelah Perang Dunia II usai, perseteruan antara nasionalis dan komunis di China kembali berkobar.

Pasukan Nasionalis yang baru saja diterpa perang melawan Jepang belum mampu memulihkan kekuatan tempurnya.

Dalam perang saudara yang kedua itu, Partai Komunis yang dipimpin Mao Zedong berhasil menekan pasukan nasionalis hingga mengusirnya keluar dari wilayah daratan China.

Pemerintahan Taiwan

Chiang dan para pendukungnya memutuskan keluar sementara dan pindah ke pulau Formosa (Taiwan) pada 1949, dengan maksud akan kembali pada suatu saat untuk merebut kembali daratan China.

Sementara Partai Komunis yang berkuasa di Daratan China membentuk Republik Rakyat China dengan pemimpinnya Mao Zedong pada 21 September 1949.

Baca juga: Misi Dagang Taiwan Catat Potensi Transaksi Rp 414,45 Miliar

Di Taiwan, Chiang mendirikan kembali Republik China dengan pusat pemerintahan di Taipei dan mengangkat dirinya menjadi presiden pada 1 Maret 1950.

Selama menjalankan pemerintahan di Taiwan, Chiang terus membangun kekuatan militernya dengan tujuan menginvansi kembali wilayah daratan China sekaligus menguatkan pertahanan dan bersiap menangkal serangan pasukan komunis.

Di masa awal pemerintahan di Taiwan, Chiang Kai Shek memimpin dengan keras dan tak jarang menindak penduduk yang tidak setuju dengan pemerintahan nasionalis yang dijalankan partainya.

Namun seiring dengan waktu, Chiang Kai Shek mulai melakukan perubahan dan bertujuan menyejahterakan rakyat Taiwan.

Pada era tahun 1970-an, Taiwan yang dipimpin Chiang Kai Shek menjadi negara Asia dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Akhir Kehidupan

Pada tahun 1975, tepat 26 tahun setelah pindah ke Taiwan bersama pendukungnya yang tersisa, Chiang meninggal dunia di usia 87 tahun.

Beberapa bulan sebelum meninggal, Chiang mengalami serangan jantung dan menderita radang paru-paru, hingga akhirnya meninggal karena gagal ginjal pada 5 April 1975.

Meski sempat disebut sebagai diktator, meninggalnya Chiang menjadi kesedihan seluruh rakyat Taiwan. Masa berkabung nasional diberlakukan selama satu bulan.

Jenazah sang diktator disimpan di dalam sebuah peti mati yang terbuat dari tembaga dan dikebumikan di Cihu, distrik Daxi, kota Taoyuan, yang ada di baratdaya Taiwan.

Posisinya digantikan wakilnya Yen Chia Kan yang hanya memeruntah selama tiga tahun, menghabiskan masa kepresidenan Chiang.

Dalam pemilihan selanjutnya, jabatan presiden ditempati putra Chiang Kai Shek, Chiang Ching Kuo, yang memimpin Taiwan selama dua periode antara 1978 hingga 1988.

Baca juga: Militer China Kirim Kapal Induk ke Selat Taiwan

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X