Kompas.com - 04/04/2018, 23:06 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Tiga negara, yakni Turki, Rusia, dan Iran sepakat untuk berkomitmen dalam mencapai terciptanya gencatan senjata abadi di wilayah Suriah.

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama seusai pertemuan tingkat tinggi yang dilangsungkan di Ankara, Turki, pada Rabu (4/4/2018).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjadi tuan rumah dalam pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani dan Pemimpin Rusia Vladimir Putin.

"Ketiga negara kembali menegaskan komitmen untuk bekerja sama dalam mencapai gencatan senjata abadi antara pihak-pihak yang bertikai," tulis pernyataan resmi bersama.

Baca juga: Trump Kembali Tegaskan Ingin Tarik Pasukan AS dari Suriah

Ketiga pemerintahan bakal bersama-sama mempercepat proses pencarian solusi politik terbaik di Suriah sebagai bagian dari proses perdamaian Astana yang telah disepakati pada tahun lalu.

Ketiga pemimpin negara tersebut terakhir kali bertemu dalam pertemuan tripartit yang dilangsungkan di resor Laut Hitam di Sochi yang diselenggarakan Putin pada November 2017.

Erdogan menyebut perdamaian Astana sebagai satu-satunya inisiatif internasional yang efektif dalam membantu mengurangi kekerasan dan membantu terciptanya perdamaian di Suriah saat ini.

"Apa yang paling penting bagi kami adalah mendapatkan hasil. Kami harus mendapatkan hasil. Kami tidak lagi memiliki toleransi untuk penundaan karena orang-orang yang menjadi korban," kata Erdogan seusai pertemuan.

Ketiga negara selama ini telah saling bekerja sama meski berada di pihak yang saling berseberangan dalam perang di Suriah.

Baca juga: Rusia Sambut Baik Wacana Trump yang Ingin Tarik Pasukan AS dari Suriah

Rusia bersama Iran mendukung militer dan politik rezin Presiden Suriah Bashar al Assad, sementara Turki terus menyerukan penggulingan presiden dan membantu kelompok oposisi.

Pertemuan tingkat tinggi ketiga negara selanjutnya akan dilangsungkan di Teheran. Namun untuk tanggal pastinya belum ditentukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.