Biografi Tokoh Dunia: Martin Luther King Jr, Tokoh Persamaan Hak Sipil

Kompas.com - 04/04/2018, 18:27 WIB
Keluarga menghadiri pemakaman Martin Luther King Jr di Atlanta, Georgia pada 1968. CORBIS/JP LAFFONTKeluarga menghadiri pemakaman Martin Luther King Jr di Atlanta, Georgia pada 1968.

 


Pidato itu membuat gelombang perlawanan yang mempertanyakan hukum yang memperlakukan warga keturunan Afrika Amerika sebagai penduduk kelas dua.

Akhirnya pada 1964, Undang-undang Hak Sipil 1964 diloloskan pemerintah federal. Undang-undang tersebut melarang adanya diskriminasi rasial di fasilitas milik publik. Di tahun yang sama, Martin Luther King Jr menerima penghargaan Nobel Perdamaian.

Akhir Kehidupan

Meski Undang-undang Hak Sipil telah disahkan pada 1964, namun praktik dalam penerapannya cukup lambat. Namun Martin Luther King Jr tak lelah dalam menyuarakan hak-hak sipil.

Pada 1968 sebuah aksi pemogokan yang dilakukan para pekerja sanitasi di Memphis menjadi panggung terakhir perjuangan Martin Luther King Jr.

Tanggal 3 April, dia berkesempatan menyampaikan pidato di hadapan para peserta aksi. Namun sehari setelahnya, pada 4 April 1968, saat sedang keluar di balkon kamar hotel tempatnya menginap, sebuah peluru tiba-tiba mengenainya dan membunuhnya.

Si penembak jitu, yang diketahui bernama James Earl Ray ditahan dua bulan setelah insiden berkat perburuan internasioanl. Dia mengaku melakukan pembunuhan terhadap Martin Luther King Jr dan dijatuhi hukuman 99 tahun penjara pada 1969. Namun dia meninggal di penjara pada 1998.

Baca juga: Orasi Cucu Martin Luther King Jr dalam Aksi Pengetatan Aturan Senjata

Meski telah meninggal dunia, peninggalan Martin Luther King Jr terhadap persamaan hak sipil tetap bertahan dengan disahkannya Undang-undang Hak Sipil 1968.

Dalam undang-undang tersebut mengatur larangan diskriminasi dalam perumahan dan transaksi terkait perumahan atas dasar ras, agama, atau asal negara. Undang-undang ini menjadi penghargaan terhadap perjuangan King Jr di tahun-tahun terakhirnya memerangi diskriminasi ras di AS.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X