Kompas.com - 04/04/2018, 09:17 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di acara Generation Next, sebuah Forum Gedung Putih yang menghadirkan kaum milenial dan pejabat pemerintah pada Kamis (22/3/2018), di Washington DC. (AFP/Mandel Ngan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di acara Generation Next, sebuah Forum Gedung Putih yang menghadirkan kaum milenial dan pejabat pemerintah pada Kamis (22/3/2018), di Washington DC. (AFP/Mandel Ngan)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus tidak mundur terkait keinginannya untuk menarik pasukan AS dari Suriah, kendati beberapa pihak meminta agar dia mempertimbangkan hal itu kembali.

"Misi utama kami adalah menyingkirkan ISIS," katanya dalam konferensi pers dengan tiga kepala negara kawasan Baltik di Gedung Putih, Selasa (3/4/2018), seperti yang dilansir dari VOA News.

"Kami hampir menyelesaikan tugas itu dan akan membuat keputusan dengan sangat cepat dalam berkoordinasi dengan lainnya," ucapnya.

"Saya ingin membawa pasukan kita kembali ke rumah," tambahnya.

Baca juga : Rusia Sambut Baik Wacana Trump yang Ingin Tarik Pasukan AS dari Suriah

Menurut Trump, AS telah menghabiskan dana senilai 7 triliun dollar AS di Timur Tengah selama 17 tahun terakhir.

Pada Senin (2/4/2018), dia juga telah menelepon Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, untuk membahas upaya bersama guna mengalahkan ISIS.

Berbeda dengan Trump, utusan khusus AS untuk koalisi global melawan ISIS, Brett McGurk menyatakan misi AS di Suriah jauh dari kata berakhir.

"Kami berada di Suriah untuk memerangi ISIS. Itu misi kami dan misi kami belum selesai, dan kami akan menyelesaikannya," katanya.

CNBC melaporkan, Kepala Komando Pusat AS di Timur Tengah Joseph Votel mengatakan, kehadiran ISIS di wilayah itu memang telah berkurang, namun tidak benar-benar hilang.

Votel memperkirakan, lebih dari 90 persen wilayah kelompok teror telah dipulihkan oleh pasukan yang didukung AS.

Baca juga : Militer AS Berencana Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Suriah

Dia menambahkan, langkah berikutnya adalah dengan menempatkan sekitar 2.000 pasukan AS di Suriah untuk membantu menstabilkan kawasan tersebut.

"Bagian yang sulit, saya kira ada di depan kami, dan itu adalah menstabilkan area, membuat orang kembali ke rumah mereka," katanya bersama dengan McGurk.

"Ada peran militer dalam hal ini. Tentu saja dalam fase stabilisasi," ucap Votel.

Sementara, Pentagon belum mengeluarkan komentar terkait hal ini.



Sumber VOA News,CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X