Kompas.com - 03/04/2018, 17:54 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) bakal menggelar investigasi di Distrik Dashte Archi, Provinsi Kunduz.

Investigasi itu dilakukan menyusul dugaan adanya warga sipil yang menjadi korban ketika pasukan pemerintah melancarkan serangan udara ke sebuah madrasah di sana.

"Tim di lapangan bakal mengumpulkan fakta terkait laporan yang sangat mengganggu ini. Semua pihak berkewajiban melindungi warga sipil dari konflik senjata," tutur UNAMA.

Dilansir AFP Selasa (3/4/2018), sumber dari aparat Afghanistan menjelaskan, terdapat 59 korban tewas dalam serangan udara di Dashte Archi.

"Kebanyakan adalah anak-anak. Di antara korban tewas, juga terdapat komandan Taliban," ujar sumber tersebut.

Baca juga : Serangan Udara Afghanistan Hantam Madrasah di Wilayah Taliban

Sejumlah saksi mata mengatakan, serangan tersebut terjadi ketika berlangsung pemberian penghargaan saat upacara kelulusan.

"Anak-anak berusia 11 dan 12 tahun itu sejatinya bakal mendapat hadiah atas keberhasilan di pelajaran keagamaan," Mohammad Abdul Haq dikutip dari Al Jazeera.

Haji Ghulam, saksi mata lain mengatakan kalau dia tengah bekerja di ladang ketika mendengar pesawat dan helikopter militer pemerintah mengembom madrasah.

Ghulam mengaku kalau area itu memang dikuasai oleh Taliban. "Namun, saat serangan, upacara itu hanya dihadiri murid beserta orangtuanya," paparnya.

Pemerintah Afghanistan melalui pernyataan resmi, akhirnya mengakui kalau terdapat korban tewas dalam serangan itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.