Kompas.com - 03/04/2018, 14:15 WIB
|

Sebanyak 17 negara di wilayah barat dan selatan Eropa yaitu Inggris, Austria, Belgia, Belanda, Denmark, Perancis, Swedia, Islandia, Irlandia, Yunani, Italia, Luksemburg, Norwegia, Swiss, Turki, dan Jerman Barat menerima bantuan ini.

Baca juga : Ada Bungker Era Perang Dunia II Tersembunyi di Bawah Stasiun Kereta di Paris

Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan industri Eropa serta menghidupkan kembali industri kimia, permesinan, dan baja.

Bantuan dari AS ini nampaknya langsung memberi dampak positif dengan peningkatan produk bruto negara-negara penerima bantuan sebanyak 15-25 persen.

Membangun kembali Eropa pasca-perang merupakan sebuah kebijakan luar negeri paling menantang di masa pemerintahan Presiden Truman yang menggantikan mendiangn Franklin D Roosevelt pada April 1945.

Beberapa bulan setelah menjabat, Truman memutuskan untuk menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri Perang Dunia II.

Dalam apa yang disebut sebagai Doktrin Truman, dia meminta Kongres menyetujui pemberian bantuan untuk Yunani dan Turki yang sedang dalam tekanan Uni Soviet dan komunisme pada 1947.

Marshall Plan awalnya dijadwalkan baru berakhir pada 1953, tetapi upaya untuk memperpanjang kebijakan ini gagal karena biaya Perang Korea yang terus bertambah.

Pada kurun waktu 1948-1952, perekonomian Eropa melonjak dan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.  

Sektor industri melonjak hingga 35 persen, sedangkan sektor pertanian melampau hasil produksi di masa sebelum perang.

Baca juga : Penemuan Bom Perang Dunia II di Sungai Thames, Bandara London Ditutup

Di sisi politik, bantuan AS lewat Marshall Plan ini membuat Eropa Barat tak perlu berhemat untuk biaya kesejahteraan rakyat dan hal ini kemudian membawa stabilitas politik.

Alhasil, pengaruh komunis di Eropa Barat menurun drastis dan popularitas partai komunis di beberapa negara Eropa juga semakin menurun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.