Putra Mahkota Saudi: Israel dan Palestina Punya Hak di Tanah Mereka

Kompas.com - 03/04/2018, 10:24 WIB
Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di London, Inggris, Rabu (7/3/2018). (AFP/Tolga Akmen) Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di London, Inggris, Rabu (7/3/2018). (AFP/Tolga Akmen)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman sedang berada di Amerika Serikat dalam rangkaian turnya untuk memperluas kerja sama.

Setelah disambut Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Pangeran Mohammed menyempatkan diri bertemu dengan bos-bos perusahaan AS, termasuk perusahaan Amazon, Microsoft, Boeing, dan lain-lain.

Kali ini, pangeran yang melakukan sejumlah reformasi kebijakan ini mendapatkan kesempatan wawancara dengan media dan melontarkan pendapatnya tentang Israel.

Baca juga: Usai Jumpa Clinton, Putra Mahkota Saudi Temui Bos-bos Perusahaan AS

Kepada majalah The Atlantic, seperti dilansir dari AFP, dia mengatakan, Israel juga memiliki hak untuk memiliki tanah air.

Walau Saudi dan Israel tidak memiliki relasi diplomatik resmi, di belakang layar, hubungan keduanya terlihat mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika ditanya Pemimpin Redaksi The Atlantic Jeffrey Goldberg, apakah orang Yahudi memiliki hak memiliki sebagian dari tanah leluhur mereka, Pangeran Mohammed memberi jawaban yang mengejutkan.

"Saya yakin setiap orang, di mana saja, memiliki hak untuk hidup di negara mereka dengan damai," katanya.

"Saya yakin orang Palestina dan Israel memiliki hak memiliki tanah mereka sendiri," tambahnya.

"Tetapi, kita harus memiliki perjanjian damai untuk menjamin stabilitas bagi semua orang dan punya hubungan yang normal," ucap Pangeran Mohammed.

Baca juga : Trump Sepakat Jual Senjata Rp 13,7 Triliun ke Arab Saudi

Sejak 2002, Saudi telah menjadi sponsor utama dalam Inisatif Perdamaian Arab yang memimpikan solusi dua negara untuk menangani konflik Israel-Palestina.

"Kami juga memiliki isu religi tentang nasib masjid suci di Yerusalem dan hak-hak rakyat Palestina," katanya.

Hubungan Saudi dengan Israel mulai mencair ketika seorang jenderal Saudi mengunjungi Yerusalem pada 2016 dan bertemu dengan anggota parlemen Israel.

Bulan lalu, saudi juga mengizinkan Air India terbang ke Tel Aviv melintasi ruang udaranya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X