Netanyahu: Migran Afrika akan Dipindahkan ke Kanada, Jerman dan Italia

Kompas.com - 02/04/2018, 23:06 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berbicara dalam pertemuan antar-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (11/12/2017). EMMANUEL DUNAND / AFPPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berbicara dalam pertemuan antar-menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (11/12/2017).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel pada akhirnya membatalkan rencana untuk mendeportasi ribuan migran Afrika dari wilayahnya. Ribuan pencari suaka tersebut kini akan ditempatkan di sejumlah negara Barat.

Disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dalam menempatkan kembali sekitar 16.250 migran Afrika.

"Perjanjian ini akan memungkinkan untuk memberangkatkan sekitar 16.250 migran dari Israel ke negara-negara maju seperti Kanada, Jerman dan Italia," kata Netanyahu, Senin (2/4/2018).

Baca juga: Israel Batalkan Rencana Deportasi Ribuan Migran Afrika

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah siaran televisi setelah Israel menyatakan membatalkan rencana yang kontroversial untuk mendeportasi pada migran ke negara Afrika.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, sekitar 42.000 migran Afrika dan para pencari suaka berada di Israel. Jumlah tersebut termasuk perempuan, anak-anak dan pria yang berkeluarga, yang tidak masuk dalam rencana deportasi.

Sedangkan untuk sekitar 18.000 migran Afrika, mayoritas asal Sudan dan Eritrea, yang akan tetap tinggal di Israel, Netanyahu menjanjikan kepada mereka status kependudukan sementara.

"Perjanjian itu juga akan menetapkan untuk setiap migran yang meninggalkan negara kami, kami berjanji akan memberikan status penduduk sementara kepada yang lainnya," kata Netanyahu.

Israel pada awalnya menyerukan kepada para migran untuk bersedia dideportasi ke negara ketiga di Afrika yang tidak disebutkan secara sukarela sebelum 1 April 2018.

Bagi mereka yang bersedia, pemerintah siap memberikan uang saku dan tiket pesawat, sedangkan bagi migran yang bertahan dan menolak deportasi akan diancam sanksi penjara tanpa batas waktu.

Baca juga: Israel Tutup Pusat Penampungan Migran di Holot

Netanyahu menambahkan dalam pernyataannya pada Senin (2/4/2018), bahwa pemerintah terpaksa meninggalkan rencana sebelumnya karena opsi untuk mengirim para migran ke negara ketiga sudah tidak lagi tersedia.

Rwanda dan Uganda, yang sebelumnya diyakini sebagai negara ketiga tujuan deportasi, menegaskan mereka tidak akan menerima migran Afrika asal Israel yang dideportasi secara paksa.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X