Putra Mahkota Saudi: Perang Lawan Iran Bisa Terjadi 10 Tahun Mendatang

Kompas.com - 02/04/2018, 17:40 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berkunjung ke markas PBB di New York. AFP/BRYAN R SMITHPutra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berkunjung ke markas PBB di New York.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memperingatkan akan adanya potensi terjadinya perang melawan Iran dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Demi mencegah hal tersebut, Pangeran Mohammed menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan lebih banyak sanksi terhadap Iran demi menekan politik dan ekonomi di Teheran dan menghindari terjadinya konfrontasi militer langsung.

Hal tersebut disampaikan pangeran yang akrab disapa MbS itu kepada Wall Street Journal saat berkunjung ke Washington pada pekan lalu.

"Sanksi akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap rezim (Iran)," kata MbS dilansir Anadolu, Jumat (30/3/2018).

Baca juga: Putra Mahkota Saudi Berharap Militer AS Tetap Bertahan di Suriah

"Kita harus mencapai ini untuk menghindari terjadinya konflik militer secara langsung. Jika kita gagal maka akan ada kemungkinan terjadinya perang dengan Iran dalam waktu 10-15 tahun mendatang," tambah Pangeran Mohammed.

Arab Saudi dengan Iran telah lama berseteru dengan Kerajaan Saudi menuduh Teheran tengah menjalankan proyek ekspansionis di wilayah Timur Tengah.

Pemerintah Saudi juga menuduh Iran selalu turut campur dalam urusan internal negara-negara Arab. Kedua tuduhan itu telah dibantah oleh Teheran.

Putra Mahkota Saudi menambahkan, cara terbaik untuk mengatasi krisis di Yaman adalah melalui koalisi yang dipimpin negaranya. Dia kembali mencontohkan insiden yang terjadi pada Minggu (25/3/2018) jelang tengah malam di langit Saudi.

Saat itu tujuh rudal yang diyakini ditembakkan dari wilayah Yaman oleh kelompok pemberontak Houthi menyasar sejumlah kota padat menduduk di Arab Saudi, termasuk Riyadh.

Namun serangan rudal dapat digagalkan oleh Angkatan Pertahanan Udara Saudi dengan menembakkan sistem anti-rudal. Meski pada akhirnya masih timbul satu korban jiwa akibat serpihan rudal yang jatuh ke permukiman warga.

Baca juga: Serangan Tujuh Rudal Houthi ke Arab Saudi, Iran Bantah Terlibat

Pangeran Mohammed menyarankan agar koalisi pimpinan Arab Saudi dapat menggelar aksi pamer kekuatan militer mereka sebelum benar-benar muncul bahaya yang mengancam. Demikian diberitakan Middle East Monitor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X