Israel Tahan Dua Jenazah Warga Palestina yang Tewas dalam Unjuk Rasa

Kompas.com - 02/04/2018, 12:01 WIB
Warga Palestina dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza berlari menghindari tembakan gas air mata yang diluncurkan melalui drone milik militer Israel, Jumat (30/3/2018). AFP/MAHMUD HAMSWarga Palestina dalam aksi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza berlari menghindari tembakan gas air mata yang diluncurkan melalui drone milik militer Israel, Jumat (30/3/2018).

GAZA CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Israel mengaku masih menyimpan dua jenazah warga Palestina yang tewas dalam unjuk rasa di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Dilansir dari Middle East Monitor, Minggu (1/4/2018), koordinator kegiatan pemerintah di wilayah itu, Yoav Mordechai, mengatakan Israel tidak akan mengembalikan jasad kedua warga Palestina.

Israel akan memulangkan dua jenazah tersebut apapbila dua warga Israel yang ditahan oleh kelompok Hamas dapat dibebaskan.

Baca juga : Kecaman Terhadap Israel dalam Bentrok di Jalur Gaza Terus Bermunculan

"Israel tidak akan berhenti dan warga Gaza tidak akan mengenal perdamaian sampai warga Israel dikembalikan dari Jalur Gaza dan tentara kami akan dibawa untuk dimakamkan di Israel," katanya di Facebook.

Kelompok Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, diyakini telah menahan empat warga Israel sejak 2014. Namun, mereka menolak untuk menyebutkan nasib warga Israel tersebut, apakah masih hidup atau sudah mati.

Dengan dua jenazah tersebut, jumlah warga Palestina yang tewas oleh tembakan Israel pada unjuk rasa menuntut kembalinya pengungsi dekat perbatasan meningkat menjadi 17 orang.

Aksi demonstrasi pada Jumat lalu merupakan awal dari protes selama enam pekan yang akan memuncak pada 14 Mei 2018, tepat pada peringatan yang disebut warga Palestina sebagai "Nakba" atau Malapetaka, hari di mana Israel memproklamasikan kemerdekaan.

Baca juga : Iran Sebut Israel yang Tembaki Demonstran di Jalur Gaza Memalukan

Pada Sabtu (31/3/2018), tentara Israel mengancam balasan kuat terhadap protes warga Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza.

Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina berhak kembali ke kota-kota dan desa-desa mereka, setelah terusir dan melarikan diri usai negara Israel merdeka pada 1948.

Sebelumnya, Israel telah menahan pengembalian 24 jenazah warga Palestina sejak 2014.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X