Kasus Mantan Agen Ganda Diracun, Rusia Sindir Inggris Lewat Twitter

Kompas.com - 02/04/2018, 11:10 WIB
Yulia Skripal (kanan), putri dari mantan agen ganda Sergei Skripal (kiri) yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu. GETTY IMAGES/BBCYulia Skripal (kanan), putri dari mantan agen ganda Sergei Skripal (kiri) yang diyakini terpapar racun saraf di Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu.

LONDON, KOMPAS.com — Sudah hampir satu bulan sejak mantan agen ganda bernama Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan dalam kondisi pingsan karena diracun.

Sepanjang waktu itu pula, Rusia menuduh Inggris tidak mengizinkan mereka melakukan penyelidikan atau menjenguk Skripal dan putrinya.

Diwartakan Sky News, Minggu (1/4/2018), Kedutaan Besar Rusia di London mengunggah kicauan di Twitter.

Dalam kicauan tersebut, Rusia menggunakan logo biohazard disertai dengan judul film tentang zombie, 28 Days Later.


Dalam kicauan tersebut, sudah 28 hari berlalu sejak percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya, Inggris masih belum memenuhi kewajibannya.

Baca juga: Pemerintah Rusia Umumkan Usir Diplomat dari 23 Negara

"Yakni menyediakan akses untuk warga kami dan merespons permintaan kami untuk melakukan investigasi," kata Kedubes Rusia.

Sebelumnya, Inggris melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri berujar tengah mempertimbangkan permintaan Rusia untuk bertemu dengan Yulia Skripal.

"Kami meninjaunya dari aspek hukum internasional dan domestik serta tergantung hak dan permintaan Nona Skripal sendiri," kata Kemenlu Inggris, Sabtu (31/3/2018).

Adapun Yulia dilaporkan telah siuman dan mulai merespons interaksi. Sementara ayahnya masih kritis dan belum sadar.

Kedubes Rusia juga mem-posting kicauan lain yang memperlihatkan sebuah kunci emas berisi kalimat, "Lakukan kepada orang lain seperti yang mereka lakukan kepada Anda."

"Masalah reputasi. Setelah menolak permintaan kami, mengapa Kemenlu Inggris mengharapkan negara lain memenuhi permintaan mereka?" sindir Kedubes Rusia.

Inggris menuduh Rusia menjadi pelaku percobaan pembunuhan Skripal dan putrinya setelah mereka menemukan Novichok di tubuh keduanya.

Novichok adalah jenis racun saraf yang paling mematikan dan diciptakan di era Uni Soviet pada dekade 1970-an.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Sky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X