Ditahan di Jerman, Puigdemont Minta Pendukungnya Teruskan Perjuangan

Kompas.com - 02/04/2018, 09:33 WIB
Mantan Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, memberikan keterangan pers di Brussels, Belgia, menyikapi hasil pemilu di Catalonia (21/12/2017) John Thys/AFPMantan Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, memberikan keterangan pers di Brussels, Belgia, menyikapi hasil pemilu di Catalonia (21/12/2017)

BERLIN, KOMPAS.com - Pengadilan Jerman pada pekan lalu menahan mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont.

Penahanan Puigdemont merupakan buntut atas perannya dalam referendum kemerdekaan Catalonia dari Spanyol. Dia menjadi buronan Spanyol atas tuduhan telah menghasut dan melakukan pemberontakan.

Sambil menunggu ekstradisi ke Spanyol, Puigdemont meminta para pendukungnya untuk mempertahankan perjuangannya. Ini pertama kalinya dia berbicara sejak ditahan atas surat perintah penangkapan Eropa.

Baca juga : Ditahan di Jerman, Puigdemont Tunggu Putusan Ekstradisi ke Spanyol

Dilansir dari BBC, Minggu (1/4/2018), dia mengatakan kepada pendukungnya bahwa Spanyol telah bertindak dengan cara yang semakin otoriter.

Dengan pesan audio yang direkam oleh Diether Dehm, anggota parlemen Jerman dari partai Due Linke, Puigdemont menyampaikan amanatnya. Dehm menemuinya di penjara kota Neumunster.

"Kita harus terus maju, kita harus terus berjalan seperti yang seharusnya, membela hak-hak kita, hak yang diakui PBB karena kita memiliki hak penuh untuk memutuskan masa depan kita," katanya.

"Kita tidak dapat menurunkan kewaspadaan, sebelum negara menjadi makin otoriter dan membatasi hak-hak kita," ucapnya.

"Mari kita terus melakukan hal-hal yang kita lakukan kepada mereka, tanpa kekerasan dan bertindak beradab seperti yang kita tunjukkan pada dunia dalam beberapa tahun terakhir. Seperti itulah orang Catalonia melakukan banyak hal," ujar Puigdemont.

Para pendukung kemerdekaan Catalonia memenuhi Berlin untuk menuntut pembebasannya.

Baca juga : Puigdemont Batal Jadi Presiden Catalonia

Hakim di Jerman memiliki waktu 60 hari untuk mempertimbangkan permintaan penyerahan dirinya ke Spanyol.

Sebelumnya, Puigdemont telah tinggal di pengasingan di Belgia. Dia ditangkap pada Minggu (25/3/2018) ketika dalam perjalanan melintasi perbatasan Jerman dari Denmark.

Menurut keterangan pengacara Puigdemont, Jaume Alonso-Cuevillas, kliennya sedang dalam perjalanan kembali ke Belgia.

Tuduhan terhadap Puigdemont oleh Spanyol dapat membuatnya dipenjara selama 30 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X