Kompas.com - 02/04/2018, 09:33 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Pengadilan Jerman pada pekan lalu menahan mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont.

Penahanan Puigdemont merupakan buntut atas perannya dalam referendum kemerdekaan Catalonia dari Spanyol. Dia menjadi buronan Spanyol atas tuduhan telah menghasut dan melakukan pemberontakan.

Sambil menunggu ekstradisi ke Spanyol, Puigdemont meminta para pendukungnya untuk mempertahankan perjuangannya. Ini pertama kalinya dia berbicara sejak ditahan atas surat perintah penangkapan Eropa.

Baca juga : Ditahan di Jerman, Puigdemont Tunggu Putusan Ekstradisi ke Spanyol

Dilansir dari BBC, Minggu (1/4/2018), dia mengatakan kepada pendukungnya bahwa Spanyol telah bertindak dengan cara yang semakin otoriter.

Dengan pesan audio yang direkam oleh Diether Dehm, anggota parlemen Jerman dari partai Due Linke, Puigdemont menyampaikan amanatnya. Dehm menemuinya di penjara kota Neumunster.

"Kita harus terus maju, kita harus terus berjalan seperti yang seharusnya, membela hak-hak kita, hak yang diakui PBB karena kita memiliki hak penuh untuk memutuskan masa depan kita," katanya.

"Kita tidak dapat menurunkan kewaspadaan, sebelum negara menjadi makin otoriter dan membatasi hak-hak kita," ucapnya.

"Mari kita terus melakukan hal-hal yang kita lakukan kepada mereka, tanpa kekerasan dan bertindak beradab seperti yang kita tunjukkan pada dunia dalam beberapa tahun terakhir. Seperti itulah orang Catalonia melakukan banyak hal," ujar Puigdemont.

Para pendukung kemerdekaan Catalonia memenuhi Berlin untuk menuntut pembebasannya.

Baca juga : Puigdemont Batal Jadi Presiden Catalonia

Hakim di Jerman memiliki waktu 60 hari untuk mempertimbangkan permintaan penyerahan dirinya ke Spanyol.

Sebelumnya, Puigdemont telah tinggal di pengasingan di Belgia. Dia ditangkap pada Minggu (25/3/2018) ketika dalam perjalanan melintasi perbatasan Jerman dari Denmark.

Menurut keterangan pengacara Puigdemont, Jaume Alonso-Cuevillas, kliennya sedang dalam perjalanan kembali ke Belgia.

Tuduhan terhadap Puigdemont oleh Spanyol dapat membuatnya dipenjara selama 30 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.