Pesan Paskah, Paus Fransiskus Doakan Perdamaian di Korea dan Suriah

Kompas.com - 01/04/2018, 20:06 WIB
Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi kepada kota dan dunia dari balkon basilika Santo Petrus, setelah Misa Paskah Paskah, Minggu (1/4/2018) di Vatikan. (AFP/Andreas Splaro)] Paus Fransiskus menyampaikan berkat Urbi et Orbi kepada kota dan dunia dari balkon basilika Santo Petrus, setelah Misa Paskah Paskah, Minggu (1/4/2018) di Vatikan. (AFP/Andreas Splaro)]

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Pada Minggu (1/4/2018), umat Kristen di seluruh dunia memperingati kebangkitan Yesus Kristus, tak terkecuali pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus.

Setiap tahun, puluhan ribu orang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan jutaan orang menyaksikan pidatonya yang disiarkan langsung ke seluruh dunia. Setiap tahun pula, Paus memberikan pesan Paskah yang disoroti global.

Pesan Paskah tahun ini, Paus Fransiskus tak hanya mendesak agar konflik di Suriah dapat segera diakhiri. Dia juga mendoakan perdamaian di Semenanjung Korea yang saat ini mengalami perkembangan menuju ke arah yang lebih baik.

Baca juga: Malam Paskah, Paus Fransiskus Baptis Pengemis yang Jadi Pahlawan

"Diskusi yang sedang berjalan dapat memajukan perdamaian dan harmoni di kawasan itu," ucapnya.

"Semoga mereka yang bertanggung jawab dapat bertindak dengan kebijaksanaan dan ketajaman untuk medukung kebaikan rakyat Korea dan membangun kepercayaan dengan komunitas internasional," katanya.

Seperti diketahui, sejak perhelatan Olimpiade Musim Dingin pada Februari lalu, hubungan antara Korea Selatan dan Utara mulai menemui titik terang.

Kim Jong Un dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada akhir April, dan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump direncanakan berlangsung pada Mei 2018.

Baca juga: Presiden Korsel Akan Bertemu Kim Jong Un pada 27 April

Sementara pesan Paskah untuk diakhirinya konflik di Suriah, Paus Fransiskus memberikan pesan agar akses bantuan kemanusiaan untuk memfasilitasi pemulangan para pengungsi dapat diwujudkan.

"Hari ini, kami memohon buah perdamaian di seluruh dunia, dimulai dari tanah Suriah yang tercinta dan sudah lama menderia," katanya.

"Hukum kemanusiaan dapat dihormati dan ketentuan dibuat untuk memfasilitasi akses bantuan yang sangat dibutuhkan saudara dan saudari kita, sementara juga memastikan kondisi yang sesuai untuk kembalinya orang-orang yang telantar," ucapnya.

Saat dia berpidato, kesepakatan terakhir dilaporkan telah dicapai dengan kelompok pemberontak sehingga warga sipil yang terluka dapat meninggalkan wilayah kantong yang terakhir di Ghouta Timur

Baca juga: Putra Mahkota Saudi Berharap Militer AS Tetap Bertahan di Suriah

Kesepakatan itu akan menandai tonggak utama, dalam upaya Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak dalam perang sipil yang berlangsung selama 7 tahun.

Konflik tersebut juga telah merenggut nyawa sekitar 350.000 orang dan jutaan orang telantar.

Namun, Paus berusia 81 tahun itu tidak menyinggung konflik di Yaman, di mana 10.000 orang tewas sejak Maret 2015.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X