Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Renungan Seorang Biksu Thailand

Kompas.com - 01/04/2018, 16:23 WIB
Phra Visuddho adalah seorang biksu berkediaman di Wat Saket, Kuil Gunung Emas di kawasan Pom Prap Sattru Phai, Bangkok. Terciptanya masyarakat yang damai dan progresif adalah tanggungjawab bersama kelompok mayoritas dan minoritas Thailand. Ceritalah/ Hezril AzminPhra Visuddho adalah seorang biksu berkediaman di Wat Saket, Kuil Gunung Emas di kawasan Pom Prap Sattru Phai, Bangkok. Terciptanya masyarakat yang damai dan progresif adalah tanggungjawab bersama kelompok mayoritas dan minoritas Thailand.

SEBELUM ia menjadi Phra Visuddho, ia adalah Pisut Aungsupalee. Dalam bahasa Thai, “Pisut” berarti “suci”.

Ketika gurunya, Phra Upaseno, menahbiskannya sebagai biksu, ia mengambil arti nama yang sama dalam bahasa Pali, yakni “Visuddho”. Pali adalah bahasa yang digunakan dalam teks Buddha.

Lahir di Yaowarat, kawasan pecinan di Bangkok, Phra Visuddho adalah seorang Cina-Thai yang besar sambil membantu orangtuanya menjalankan sebuah toko buah di akhir pekan.

“Tiap kali saya harus membuka toko, saya akan bangun jam enam pagi,” Pisut mengawali ceritanya.

Seharian menjaga toko orangtuanya, seringkali pikiran muda Pisut beraksi. Mengamati orang yang datang dan pergi, ia penasaran apa yang membuat mereka tersenyum atau merengut.

“Pada umur sembilan tahun, saya sudah memikirkan apa makna dari ‘menjadi bahagia’. Itulah mengapa saya ingin menjadi biksu, untuk memahami kebahagiaan – tidak secara fisik, tapi lebih ke keabadian,” tuturnya.

Saat berusia dua belas tahun, dia dan keluarganya pindah ke pedesaan di Provinsi Nonthaburi. “Bangkok adalah tempat yang padat dan penuh polusi, sedangkan Nonthaburi banyak hutan. Udaranya sejuk, dan tidak ramai,” paparnya memberi alasan kenapa dia dan keluarganya pindah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun begitu, Pisut selalu kembali ke Bangkok pada akhir pekan bersama ayahnya untuk mengurus bisnis keluarga.

“Saya harus bangun pagi sekali. Ini membantu saya bersiap untuk kehidupan sebagai biksu. Sebagai biksu, saya perlu bangun sebelum jam enam untuk bintabaht,” katanya. 

Bintabaht adalah sedekah berupa makanan yang diberikan kepada para biksu. “Sebelum tengah hari, saya bisa makan. Setelahnya, saya hanya bisa minum air atau jus,” katanya.

Para biksu biasanya memulai hari mereka dengan bintabaht, aktivitas mengumpulkan sedekah makanan - Phra Visuddho tidak pernah melewatkan aktivitas tersebut. 
Ceritalah/ Hezril Azmin Para biksu biasanya memulai hari mereka dengan bintabaht, aktivitas mengumpulkan sedekah makanan - Phra Visuddho tidak pernah melewatkan aktivitas tersebut.
Bintabaht bukan merupakan sebuah kewajiban, namun Phra Visuddho tidak pernah melewatkannya.

Di tahun terakhir SMP, Pisut memantapkan diri untuk belajar sosiologi. “Saya ingin mempelajari diri kita sendiri – sebagai manusia – dan tentang kehidupan,” tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.