Malam Paskah, Paus Fransiskus Baptis Pengemis yang Jadi Pahlawan

Kompas.com - 01/04/2018, 12:05 WIB
Paus Fransiskus membaptis John Ogah (tengah) dalam misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Sabtu (31/3/2018) di Vatikan. (AFP/Andreas Solaro) Paus Fransiskus membaptis John Ogah (tengah) dalam misa Malam Paskah di Basilika Santo Petrus, Sabtu (31/3/2018) di Vatikan. (AFP/Andreas Solaro)

VATICAN CITY, KOMPAS.com — Pemimpin Gereja Katolik Roma sedunia, Paus Fransiskus, membaptis delapan orang dewasa dalam misa Malam Paskah atau Easter Vigil di Basilika Santo Petrus, Vatikan, termasuk seorang pengemis asal Nigeria yang menjadi pahlawan di Italia.

John Ogah berhasil melucuti senjata seorang pencuri dengan tangan kosong pada 26 September 2017. Dia tidak diam diri ketika menyaksikan perampokan di sebuah pasar swalayan.

Dilansir dari ABC News, Sabtu (31/3/2018), Ogah sedang berada di luar Carrefour, di kawasan Centocelle Roma. Saat itulah, dia melihat seorang pencuri yang mengenakan topeng dan membawa senjata berupa pisau.

Pencuri itu mencoba melarikan diri dengan membawa uang 400 euro atau Rp 6,7 juta yang dicuri dari kasir.


Baca juga: Paus Fransiskus Membasuh Kaki Tahanan di Penjara Roma

Kamera pengawas menangkap rekaman video yang menunjukkan keberanian Ogah. Dengan tangan kosong, dia menghadapi pencuri itu, merebut pisau dan menahannya sampai polisi tiba di lokasi.

Pencuri itu jatuh dari sepeda motornya karena berusaha kabur. Setelah peristiwa tersebut, Ogah menghilang. Dia takut akan dideportasi karena dia tidak memiliki surat-surat resmi.

Namun, otoritas kepolisian Roma menghargai keberaniannya dan memberinya izin tinggal di Italia, sesuatu yang didambakannya.

Menurut kantor berita ANSA, saat ini Ogah memiliki pekerjaan dengan Palang Merah Italia dan tinggal di sebuah rumah.

John Ogah (31) memilih nama Francesco sebagai nama baptisnya. (AFP/Andreas Solaro) John Ogah (31) memilih nama Francesco sebagai nama baptisnya. (AFP/Andreas Solaro)
Terkait dengan pembaptisannya, Ogah meminta kepala polisi Roma yang menangani kasusnya untuk menjadi wali baptisnya.

Baca juga: Paus Fransiskus: Jangan Takut pada Tato

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar La Repubblica, Ogah bermimpi untuk menjadi penduduk sah Italia dan memiliki sebuah pekerjaan sehingga dia tidak harus mengemis untuk membiayai anaknya di Nigeria.

Ogah meninggalkan Nigeria dan sempat tinggal di Libya. Kemudian, dia berangkat ke Italia dengan kapal penyelundup migran pada Mei 2014.

"Jika Paus Fransiskus atau presiden republik (Italia) dapat melakukan sesuatu bagi saya, saya akan menjadi orang paling bahagia di dunia," katanya.

"Saya tidak ingin menjadi pahlawan. Saya ingin menjadi legal, bekerja, dan memliki kehidupan yang bermartabat di Italia," ucapnya.

Ogah memilih "Francesco" sebagai nama baptisnya.

Dalam misa itu, Paus Fransiskus juga mendesak umat Katolik untuk tidak berdiam ketika menghadapi ketidakadilan di sekitar lingkungan mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Pria di China Ini Gores Cat Mobil BMW Supaya Sang Ayah Membelikan

Internasional
Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Tentara Arab Saudi Diduga Jadi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola, Raja Salman Bereaksi

Internasional
3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

3 Tewas dalam Penembakan di Pangkalan AL AS Pensacola, Pelaku Diduga Tentara Arab Saudi

Internasional
Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Ini Cara Indonesia Dorong Terwujudnya Demokrasi Inklusif di Dunia

Internasional
Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Indonesia dan Australia Sepakat Hormati Integritas Wilayah

Internasional
Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Iran Diam-diam Pindahkan Rudalnya ke Irak lewat Demonstrasi

Internasional
Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Seorang Wanita di Filipina Dipenggal dan Otaknya Dimakan

Internasional
Korea Utara Sebut Trump sebagai 'Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan'

Korea Utara Sebut Trump sebagai "Orang Tua dengan Gangguan Kecerdasan"

Internasional
4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

4 Pelaku Pemerkosaan Dokter Hewan di India Ditembak Mati Polisi, Publik Bersukacita

Internasional
Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup oleh Pria yang Memerkosanya

Internasional
Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Junjung Demokrasi Inklusif, Ini Jalannya Bali Democracy Forum Ke-12

Internasional
Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Kakek Ini Diterkam Beruang Coklat, Hanya Tersisa Tangan dan Kaki

Internasional
Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Ketua DPR AS: Pemakzulan Trump Jalan Terus

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump 'Muka Dua'

[POPULER INTERNASIONAL] Jokowi Raih Penghargaan dari Media Singapura | PM Kanada Disebut Trump "Muka Dua"

Internasional
Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X