Kompas.com - 31/03/2018, 23:17 WIB

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Kecaman terhadap Israel terus bermunculan menyusul insiden bentrokan berdarah yang menewaskan 16 warga Palestina dalam unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza, Jumat (30/3/2018).

Setelah Turki dan Iran, kecaman kali ini datang dari Perdana Menteri Maroko, Saadeddine Al-Othmani.

"Kami dengar dari Kementerian Kesehatan Palestina setidaknya belasan demonstran menjadi martir dan 1.500 lainnya terluka dalam bentrokan dengan Zionis Israel," kata Al-Othmani dalam akun media sosial Twitter-nya.

"Setelah tragedi ini, kami menjadi semakin menantikan datangnya hari ketika Palestina meraih kebebasan dan menjadi negara yang merdeka," tambahnya.

Baca juga: Iran Sebut Israel yang Tembaki Demonstran di Jalur Gaza Memalukan

Perdana menteri turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban tewas dan keluarga mereka seraya mengharap para korban luka segera pulih.

Selain Maroko, kecaman juga datang dari Kementerian Luar Negeri Kuwait dan menyebut Israel telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan resolusi internasional.

"Kuwait turut berduka. Laporan tentang serangan brutal Israel terhadap demonstran Palestina telah bertentangan dengan resolusi dan melanggar semua norma internasional," tulis pernyataan kementerian dikutip kantor berita KUNA.

Terpisah, Kementerian Luar Negeri Qatar juga telah merilis pernyataan yang mengecam keras serangan Israel terhadap demonstran yang menggunakan peluru tajam.

Kementerian menambahkan tindakan Israel dapat menambah ketegangan di wilayah tersebut dan melanggar perjanjian serta resolusi internasional.

Baca juga: Turki Kecam Pengerahan Militer Israel dalam Bentrokan di Jalur Gaza

Selain itu, kecaman terhadap Israel dan belasungkawa kepada korban warga Palestina juga disampaikan Kementerian Luar Negeri Mesir dan Sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit.

Perbatasan Jalur Gaza telah ditutup oleh blokade Israel dan Mesir sejak 2007. Blokade yang dilakukan telah menghancurkan perekonomian dan merampas komoditas vital penduduk Gaza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.