Pemerintah Rusia Umumkan Usir Diplomat dari 23 Negara

Kompas.com - 30/03/2018, 23:45 WIB
Warga melintas di depan gedung kantor Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskwa. Pemerintah Rusia telah mengumumkan pengusiran terhadap diplomat dari 23 negara sebagai balasan atas tindakan serupa terhadap diplomatnya. AFP/VASILY MAXIMOVWarga melintas di depan gedung kantor Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskwa. Pemerintah Rusia telah mengumumkan pengusiran terhadap diplomat dari 23 negara sebagai balasan atas tindakan serupa terhadap diplomatnya.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia, pada Jumat (30/3/2018) mengumumkan pengusiran terhadap diplomat dari 23 negara sebagai aksi balasan atas diusirnya diplomat Moskwa dalam gelombang perang diplomatik beberapa waktu lalu.

Kementerian Luar Negeri Rusia telah secara resmi memanggil duta besar dari 23 negara, yang sebagian besar merupakan anggota Uni Eropa. Di antaranya ada duta besar Perancis, Kanada, Jerman, dan Australia.

Pihak kementerian menyampaikan kepada para kepala misi negara-negara tersebut untuk segera menarik beberapa diplomat mereka dari Moskwa.

Melansir dari AFP, Jerman dan Polandia masing-masing mengatakan bahwa Rusia telah mengusir empat staf diplomat mereka.

Baca juga: Rusia Panggil Duta Besar Negara-negara yang Usir Diplomatnya

Pemberitahuan serupa juga disampaikan kepada duta besar dari Belanda, Swedia, Ceko, Finlandia dan Lithuania. Namun jumlah diplomat yang diusir dari masing-masing negara belum dirinci.

Sedangkan untuk Ukraina, Rusia memerintahkan agar kedutaan besar mereka segera memulangkan 13 staf diplomatiknya.

"Hal ini tentu tidak mengejutkan," kata Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok melalui juru bicaranya, yang mengacu pada keputusan pengusiran Rusia terhadap dua staf diplomatik negara itu.

Sehari sebelumnya, Rusia juga telah mengumumkan tentang pengusiran terhadap 60 staf diplomat AS. Tak hanya itu, Moskwa juga memutuskan menutup konsulat Washington di negaranya.

Langkah pengusiran terhadap diplomat dari berbagai negara itu menjadi babak baru dalam kasus serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu.

Akibat insiden itu, Inggris dan negara-negara sekutunya, termasuk anggota Uni Eropa dan NATO yang menuduh keterlibatan Rusia, memutuskan mengusir sejumlah diplomat Moskwa dari wilayah mereka.

Baca juga: Aksi Balasan, Rusia Usir 60 Diplomat dan Tutup Kantor Konsulat AS

Lebih dari 150 diplomat Rusia telah diusir dan harus meninggalkan misi mereka untuk kembali ke Moskwa.

Pemerintah Inggris menyebut perkembangan terbaru saat ini sangat disesalkan, namun tetap bersikeras bahwa Rusia bersalah dalam kasus serangan racun saraf.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X