Kompas.com - 30/03/2018, 23:09 WIB

JALUR GAZA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa puluhan ribu warga Palestina di sepanjang Jalur Gaza yang dekat dengan perbatasan Israel berujung bentrok. Setidaknya sudah 12 warga Palestina dilaporkan menjadi korban tewas.

Ribuan warga Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak berkumpul untuk mengikuti aksi unjuk rasa memperingati Hari Tanah Palestina, yakni insiden yang menewaskan enam demonstran Arab tak bersenjata yang menentang Israel pada 1976.

Unjuk rasa yang dilakukan dengan mendirikan tenda di sepanjang Jalur Gaza dan direncanakan berlangsung selama enam pekan itu seharusnya berjalan dengan aksi damai.

Baca juga: Warga Palestina Siapkan Demonstrasi Tenda di Perbatasan Gaza-Israel

Namun jumlah massa peserta aksi yang sangat banyak membuat rentan terjadi bentrokan dan apa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi.

Pasukan Israel menanggapi ribuan massa yang semakin mendekati pagar perbatasan dengan tembakan dan gas air mata. Militer Israel mengapit peserta aksi dari arah timur dan utara perbatasan.

Dilansir AFP, organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan sebanyak 355 orang terluka akibat terkena tembakan, sementara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza menyebut setidaknya sudah 12 orang tewas.

Para korban tewas beragam mulai dari remaja hingga orang dewasa. Di antaranya adalah Ahmed Ouda yang berusia 16 tahun dan Mahmoug Rahmi berusia 33 tahun.

Keduanya tewas akibat luka tembakan saat mengikuti aksi unjuk rasa di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel.

Dari kubu militer Israel mengatakan, sekitar 17.000 warga Palestina terlibat kerusuhan di lima titik di sepanjang pagar keamanan di Jalur Gaza.

"Para pengunjuk rasa sudah mulai membakar ban dan melempar bom molotov serta batu ke arah pagar keamanan dan pasukan menanggapi dengan menembak ke arah penghasut utama," kata militer Israel dalam pernyataannya.

Baca juga: Jenderal Israel: Kami Akan Kerahkan 100 Sniper Saat Demo Palestina

Saat ini, bentrokan dan aksi unjuk rasa yang menuntut diizinkannya ribuan pengungsi Palestina yang diusir selama masa peperangan agar dapat kembali masih terus berlangsung.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniya terlihat ikut dalam aksi unjuk rasa. Hal ini menjadi pertama kalinya Haniya berada dekat dengan perbatasan setelah bertahun-tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.