Rusia Panggil Duta Besar Negara-negara yang Usir Diplomatnya

Kompas.com - 30/03/2018, 21:39 WIB
Duta Besar Belanda untuk Rusia, Regina Veronica Maria Jones-Bos meninggalkan kantor Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskwa, Jumat (30/3/2018). Rusia telah memanggil sejumlah duta besar negara-negara yang mengusir diplomatnya untuk menyampaikan tindakan balasan. AFP/VASILY MAXIMOVDuta Besar Belanda untuk Rusia, Regina Veronica Maria Jones-Bos meninggalkan kantor Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskwa, Jumat (30/3/2018). Rusia telah memanggil sejumlah duta besar negara-negara yang mengusir diplomatnya untuk menyampaikan tindakan balasan.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia kembali melanjutkan mengambil langkah balasan terhadap negara-negara yang telah mengusir diplomatnya.

Setelah memutuskan mengusir 60 diplomat AS dan menutup konsulat Washington di Saint Petersburg, pada Jumat (30/3/2018), Rusia mengumumkan pengusiran terhadap diplomat Belanda.

Mengutip AFP, Moskwa juga telah memanggil para duta besar dari sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Perancis, Jerman, dan Kanada untuk menyampaikan keputusan yang diambil pemerintah.

Baca juga: Aksi Balasan, Rusia Usir 60 Diplomat dan Tutup Kantor Konsulat AS

Duta besar Belanda Renee Jones-Bos mengatakan, dirinya telah dipanggil dan diberitahu bahwa dua diplomatnya akan diusir. Namun kantor kedutaan Belanda akan tetap dibuka.

"Dua rekan saya akan segera meninggalkan Moskwa tapi kami akan tetap tinggal di sini," kata Jones-Bos dikutip kantor berita TASS.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyampaikan kepada duta besar Inggris akan memberi waktu satu bulan kepada misi diplomatik London untuk memangkas jumlah stafnya di Rusia menjadi sama dengan diplomat Moskwa di Inggris.

Para duta besar yang dipanggil menghadap Kementerian Luar Negeri Rusia telah diberikan nota protes dan diterangkan soal tindakan balasan yang diambil Moskwa.

Tidak dijelaskan secara rinci tindakan balasan yang diambil pemerintah Rusia.

Namun Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov pada Kamis (29/3/2018) telah mengisyaratkan bahwa Moskwa akan mengambil langkah terukur namun tetap dimungkinkan tidak selalu bersifat simetris.

Sementara Kremlin menekankan, bukan Rusia yang mulai melancarkan perang diplomatik dengan negara-negara barat.

"Rusia tidak memulai perang diplomatik ini. Rusia tidak pernah memulai pertukaran sanksi apa pun," kata juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov.

"Rusia telah dipaksa untuk mengambil langkah-langkah balasan sebagai tanggapan atas tindakan-tindakan ilegal dan bermusuhan oleh Washington. Moskwa tetap menginginkan hubungan baik dan tetap terbuka untuk dialog," tambahnya.

Baca juga: Sudah 27 Negara di Dunia yang Mengusir Diplomat Rusia

Sebanyak lebih dari 150 diplomat Rusia telah diusir oleh 27 negara di seluruh dunia.

Mereka menuduh Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Inggris pada 4 Maret lalu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X