Kompas.com - 30/03/2018, 12:30 WIB
|

Sehari setelah kesepakatan dicapai, kedua negara menandatangani perjanjian pembelian Alaska.

Namun, sejumlah surat kabar berpengaruh, seperti New York Tribune, mengkritik keras keputusan pembelian Alaska itu.

Sementara itu, warga AS terbelah. Sebagian mendukung karena dianggap menjadi langkah awal untuk aneksasi Kanada.

Kesepakatan pembelian ini diajukan ke Senat untuk disahkan pada 30 Maret 1867. Saat itu, Senator Charles Summer, salah satu penentang pembelian Alaska, berpidato selama lebih dari tiga jam.

Baca juga : Jet Tempur AS Cegat Bomber Rusia di Pesisir Alaska

Meski mendapat tentangan, kesepakatan itu akhirnya disetujui Senat pada 9 April 1867. Dan pada 18 Oktober 1867, bendera Amerika Serika berkibar di kota Sitka.

Namun para penentang pembelian Alaska belum menyerah dan bahkan mencoba usaha untuk memakzulkan Presiden Andrw Johnson, meski berakhir dengan kegagalan.

Kelompok anti-Alaska juga memulai propaganda soal dugaan adanya suap untuk Baron Stoekcl. Namun, usaha ini juga bisa digagalkan dengan voting di Senat dan Parlemen.

Alhasil, hingga Juni 1877, Alaska berada di bawah kendali angkatan darat sebelum diambil alih sebentar oleh kementerian keuangan dan beberapa satuan militer AS.

Sementara itu, warga Rusia yang tinggal di Alaska berstatus sebagai penduduk tidak tetap dan kembali ke negara mereka menyusul pembelian wilayah tersebut.

Mereka yang masih tersisa di Alaska diberi pilihan untuk mendapatkan status warga negara AS dalam tiga tahun, tetapi sebagian besar dari mereka memilih pulang ke Rusia.

Pada Mei 1884 sebuah pemerintahan sipil dibentuk setelah Alaska berstatus distrik dan pada 3 Januari 1959 Alaska resmi menjadi negara bagian ke-49 Amerika Serikat.

Baca juga : Warga Kota di Alaska Ini Tak Akan Melihat Matahari hingga Januari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.