Kompas.com - 30/03/2018, 12:30 WIB
|

KOMPAS.com - Pada 30 Maret 1867, AS membeli Alaska, wilayah seluas 1,5 juta kilometer persegi dari Rusia, dengan harga 7,2 juta dolar AS atau hanya Rp 99 miliar.

Sebenarnya sudah beberapa kali Rusia menawarkan Alaska kepada Amerika Serikat tetapi pecahnya Perang Saudara pada 1861 menghentikan pembahasan.

Pada Desember 1866, setahun setelang Perang Saudara usai, Baron Eduard de Stoeck I, menteri urusan Amerika mendapat perintah dari Tsar Alexander I untuk kembali membicarakan penjualan Alaska.

Alasan penjualan Alaska karena Rusia merasa biaya untuk mengurus wilayah itu terlampau mahal. Apalagi Rusia tengah mengalami masalah utang akibat Perang Crimea (1853-1856).

Baca juga : Warga Alaska Diminta Bersiap Hadapi Serangan Nuklir Korut

Meski hubungan Rusia dengan warga penduduk asli Kepulauan Aleut relatif baik, tetapi tidak demikian dengan suku Tlingit.

Suku Tlingit adalah bagian dari bangsa asli Amerika yang tingga di berbagai pulau dan pesisir di wilayah selatan Alaska.

Suku ini menolak kehadiran bangsa Rusia dan beberapa kali melakukan perlawanan sporadis terhadap Rusia.

Alasan lain penjualan Alaska adalah para politisi Rusia lebih memilih Asia untuk sasaran ekspansi dan menilai pada suatu hari penguasaan Alaska oleh AS tak akan terhindarkan.

Baron Stoekcl kemudian mendekati William Henry Seward, sekretaris dua presiden AS, Abraham Lincoln dan Andrew Johnson, lewat perantaraan Thurlow Weed, politisi sekaligus jurnalis.

Seward didekati bukan hanya karena jabatannya tetapi sebagai pendukung politik ekspansionis AS, dia sudah lama menginginkan Alaska sebagai bagian negara itu.

Baca juga : Bicara Terbuka, Gubernur Alaska Mengaku Khawatir dengan Ancaman Korut

Stoeckl dan Seward kemudian memulai pembicaraan pada 11 Maret 1867. Meski demikian Stoeckl tetap menyembunyikan keinginannya dan baru mengungkapkan rencana penjualan saat Seward menunjukkan minatnya.

Pada 29 Maret 1867, Stoeckl dan Seward menyelesaikan rancangan kesepakatan penyerahan Alaska (Amerika Utara Rusia) kepada Amerika Serikat dengan harga 7,2 juta dolar AS.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.