Kompas.com - 29/03/2018, 23:59 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Konflik Timur Tengah antara milisi Houthi di Yaman dengan Kerajaan Arab Saudi masih menjadi perhatian dunia. Terkini, setelah serangan tujuh rudal yang diklaim ditembakkan pemberontak Yaman ke wilayah Saudi pada Minggu (25/3/2018) lalu.

Atas insiden itu, Menteri Luar Negeri Perancis, Jean Yves Le Drian menyebut Iran turut berperan karena mendukung dan memasok senjata kepada kelompok Houthi.

"Ada permasalahan di Yaman, yakni proses politik belum dimulai, bahwa Arab Saudi merasa terus diserang oleh kelompok Houthi yang dipersenjatai oleh Iran," kata Le Drian dalam wawancara radio dengan RTL, Kamis (29/3/2018).

Dalam pernyataannya, Le Drian menyebut persenjataan Houthi berasal dari Iran, meskipun negara itu terus menolak tuduhan tersebut. Teheran hanya mengakui mendukung gerakan yang dilakukan kelompok Houthi terhadap pemerintah Yaman.

Baca juga: Serangan Tujuh Rudal Houthi ke Arab Saudi, Iran Bantah Terlibat

Namun koalisi Arab Saudi dan juga AS menyebut memiliki bukti akan asal senjata-senjata yang digunakan Houthi dari Iran.

Sementara, Perancis selama ini diketahui rutin memasok persenjataan ke musuh Houthi, yakni Arab Saudi dan koalisinya. Negara itu menolak adanya tekanan internasional untuk menghentikan pasokan senjata tersebut.

Amnesty International mengatakan, senjata yang dikirimkan Perancis, AS dan juga Inggris turut berkontribusi menyebabkan kematian ribuan warga sipil Yaman akibat serangan yang dilancarkan koalisi pimpinan Saudi.

Namun Le Drian tetap bersikeras jika perdagangan senjata yang dilakukannya dengan koalisi masih sesuai dengan hukum internasional.

"Kami memiliki kerangka kerja yang sangat ketat berkenaan dengan ekspor senjata yang sangat kami patuhi," ujarnya.

Komentar Le Drian tersebut datang menjelang kunjungan yang akan dilakukan Presiden Emmanuel Macron ke Teheran dalam beberapa pekan mendatang, serta Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman yang akan berkunjung ke Perancis.

Baca juga: Pasukan Saudi Halau 7 Rudal Pemberontak Yaman

Sebelumnya, Le Drian telah mengunjungi Teheran pada awal Maret untuk mempersiapkan kunjungan Macron, guna membahas perjanjian penting 2015 dengan kekuatan internasional yang membatasi program nuklir Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.