Kompas.com - 29/03/2018, 18:13 WIB
Harriet Tubman antara 1860 dan 1875. (Library of Congress via NPR) Harriet Tubman antara 1860 dan 1875. (Library of Congress via NPR)

Perang Saudara

Ketika AS sedang diliputi Perang Saudara, perlawanan Harriet terhadap perbudakan tidak reda. Sejak itu, dia memberikan tenaganya sebagai perawat, juru masak, pengintai dan mata-mata untuk Union Government, atau pemerintah pusat AS.

Selama tiga tahun, dia merawat orang sakit dan terluka di Florida dan Carolina, baik orang kulit putih dan kulit hitam, tentara, dan orang selundupan.

Harriet dikenal sebagai perempuan pendek dengan bandana di kepalanya dan beberapa gigi depannya yang sudah hilang.

Sebagai pengintai dan mata-mata, dia berhasil mencapai wilayah pemberontak.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Isadora Duncan, Sang Pionir Tari Modern

Dia menjadi mata-mata berharga di bawah komando Kolonel James Montgomery. Harriet memimpin korps kulit hitam dan melancarkan serangan penggerebekan ke wilayah pemberontak, serta mengumpulkan berbagai informasi.

Harriet juga memimpin perjalanan dalam ekspedisinya yang terkenal di Sungai Combahee pada Juni 1863. Saat itu, dia menjadi perempuan pertama yang memimpin ekspedisi bersenjata dalam perang.

Dia mengarahkan pasukan di Sungai Combahee, di mana lebih dari 700 budak dibebaskan diari Carolina Selatan.

Atas semua kerja kerasnya, dia mendapat bayaran 200 dollar selama periode tiga tahun, namun dia tetap harus menyokong dirinya dengan menjual kue, roti jahe, dan bir.

Pada 1869, Harriet menikah dengan seorang veteran Perang Saudara bernama Nelson Davis dan pada1874, pasangan ini mengadopsi seorang bayi perempuan bernama Gertie.

Tinggal di Auburn

Harriet Tubman. (Library of Congress via caringvoice.org) Harriet Tubman. (Library of Congress via caringvoice.org)
Sebelumnya, pada awal 1859, Senator William H Seward menjual sebidang kecil tanah di pinggiran Auburn, New York kepadanya. Tanah itu menjadi surga bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Dia menghabiskan bertahun-tahun hidupnya di rumah itu dengan merawat keluarga dan lainnya.

Meski dia mendapat ketenaran dan reputasi, Harriet kerap dilanda masalah finansial. Salah satu pengagumnya, Sarah H Bardford, menulis biografi berjudul Scenes in the Life of Harriet Tubman, dan memberikan hasil penjualannya kepada keluarga Harriet.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Harry Houdini

Harriet dapat terlepas dari kesengsaraan ekonominya. Pada 1903, dia menyumbangkan sebidang tanah ke gereja di Auburn.

Kematian dan inspirasi

Ketika sudah menua, Harriet harus menjalani operasi otak untuk mengurangi rasa sakit yang dia alami akibat cedera kepala.

Dikelilingi oleh teman dan keluarganya, Harriet meninggal dunia karena pneumonia pada 10 Maret 1913 di usia 93 tahun. Dia dimakamkan dengan upacara penghormatan militer di Fort Hill Cemetery, Auburn.

Harriet Tubman dihormati sebagai ikon Amerika dan telah menginspirasi generasi muda yang berjuang untuk hak-hak sipil dengan keberanian dan aksi.

Puluhan sekolah dinamai dengan namanya, sementara rumahnya di Auburn dan sebuah museum di Cambridge menjadi monumen untuk mengenang semua jasanya.

Sebuah film yang dirilis pada 1978 berjudul A Woman Called Moses, untuk memperingati kehidupan dan kariernya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X