Kompas.com - 29/03/2018, 18:13 WIB
Harriet Tubman antara 1860 dan 1875. (Library of Congress via NPR) Harriet Tubman antara 1860 dan 1875. (Library of Congress via NPR)

KOMPAS.com - Amerika Serikat pernah mengalami masa kelam ketika perbudakan yang merupakan warisan penjajahan, masih eksis pada abad 18 hingga 19.

Harriet Tubman menjadi sorotan atas upayanya melarikan diri dari perbudakan dan seorang aktivis abolisionisme terkemuka, sebuah gerakan untuk menyingkirkan perbudakan di Amerika.

Dia memimpin ratusan orang yang diperbudak menuju kebebasan dalam operasi Underground Railroad, perkumpulan gerakan bawah tanah AS yang sejak 1830 membantu banyak orang keluar dari perbudakan.

Awal kehidupan

Harriet Tubman terlahir dengan nama Araminta Ross pada 1820, di Maryland. Kemudian dia mengadopsi nama depan ibunya, Harriet.

Sejak keluar dari rahim ibunya, nasib Harriet seakan telah ditentukan yakni menjadi seorang budak. Dia bekerja sebagai pembantu, perawat, juru masak, dan penebang kayu.

Pada 1844, dia menikahi John Tubman, seorang warga kulit hitam yang bebas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lima tahun kemudian, rumor mengenai kemungkinan dirinya akan dijual karena kematian sang majikan, mendorongnya melarikan diri ke Philadelphia, meninggalkan suami, orangtua, dan saudara kandungnya.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Dwight D Eisenhower, Presiden AS ke-34

Memanfaatkan jaringan yang dikenal sebagai Underground Railroda, Harriet melakukan perjalanan hampir sejauh 144 km ke Philadelphia.

Dia menyeberang ke negara bagian yang bebas dengan perasaan lega dan kagum.

"Ketika saya telah berada di perbatasan, saya memandang kedua tangan saya untuk melihat apakah saya masih orang yang sama," katanya.

"Ada kemuliaan di atas segalanya, matahari hadir seperti emas di pepohonan, dan di atas ladang, dan saya merasa seperti berada di Surga," ucapnya kala itu.

Walau dia berada dalam kenyamanan di sebelah Utara, Harriet justru berpikiran hal lain, yaitu menyelamatkan seluruh keluarganya dan orang lain yang hidup dalam perbudakan melalui Underground Railroad.

Pembebasan keluarga

Harriet Tubman. (Library of Congress) Harriet Tubman. (Library of Congress)
Pada Desember 1850, Harriet mendapat kabar bahwa keponakannya, Kessiah, beserta dua anaknya yang masih kecil akan dijual. Suami Kessiah merupakan warga kulit hitam yang bebas bernama John Bowley.

Dia menawarkan istrinya di sebuah pelelangan di Baltimore. Kemudian, Harriet kembali ke Maryland untuk memimpin keluarganya keluar dari perbudakan ke Philadelphia.

Dalam perjalanan pertama Harriet membantu pembebasan keluarga dan 60 orang lainnya menuju kebebasan, dia mendapat julukan "Musa".

Sementara, suaminya menolak mengikuti mereka di Underground Railroad, dan lebih memilih yinggal di Maryland bersama istri barunya.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Florence Nightingale, Perawat dan Bidadari Berlampu

Namun, nasib budak lagi-lagi mendapatkan tekanan melalui terbitnya Undang-undang Budak Pelarian pada 1850. UU tersebut menyatakan, budak yang melarikan diri dapat ditangkap di Utara dan dikembalikan ke dalam perbudakan.

Aparat penegak hukum di Utara dipaksa membantu menangkap budak. Harriet tidak kehabisan akal. Dia memetakan kembali ulang jalur Underground Railroad menuju Kanada.

Pada April 1858, Harriet diperkenalkan kepada John Brown, seorang aktivitis anti-perbudakan yang radikal. Barriet berkolaborasi dengan Brown dalam acara penggerebekan di lembaga perbudakan di Harpers Ferry.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X