Perdana Menteri India Dituduh Memata-matai Warga lewat Aplikasi Ponsel

Kompas.com - 29/03/2018, 15:58 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi Via Ceasefiremagazine.co.ukPerdana Menteri India Narendra Modi

NEW DELHI, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Narendra Modi dituduh telah memata-matai warganya melalui sebuah aplikasi smartphone yang dirilis kantornya.

Kantor perdana menteri India belum lama ini merilis sebuah aplikasi untuk telepon seluler yang diberi nama NarendraModi.in.

Melalui aplikasi tersebut pengguna akan dapat mengetahui informasi terkini di India dan juga seputar kegiatan perdana menteri. Aplikasi ini tercatat telah diunduh hingga lima juta kali melalui Google Play.

Namun seorang peretas asal Perancis yang menggunakan nama samaran Elliot Alderson mengklaim menemukan adanya celah dalam sistem keamanan aplikasi tersebut.

Baca juga: Perdana Menteri India Ucapkan Selamat pada Presiden China

Melalui akun Twitter miliknya, Alderson mengunggah sejumlah bukti catatan sistem aplikasi yang menunjukkan pengiriman data pribadi pengguna, seperti nama, alamat, kontak, hingga preferensinya, secara otomatis dikitim ke server pihak ketiga yang berada di AS.

Kabar mengenai kebocoran data warga itu memancing reaksi Partai Kongres sebagai oposisi utama pemerintah India.

Pemimpin Partai Kongres, Rahul Gandhi bahkan menyindir Perdana Menteri Modi dalam akun media sosialnya.

"Hai! Nama saya Narendra Modi. Saya adalah perdana menteri India. Ketika Anda masuk ke aplikasi resmi saya, saya akan memberikan seluruh data Anda kepada teman saya di Amerika," tulis Gandhi di akun Twitter-nya.

Namun seluruh tuduhan itu dibantah keras oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Modi dan menyebut data dikumpulkan untuk analisis.

Mereka mengatakan, data para pengguna hanya digunakan agar aplikasi tersebut dapat menyediakan konten yang lebih sesuai bagi masing-masing pengguna.

Baca juga: PM India Kecam Pembunuhan Berlatar Perlindungan Sapi

Sementara menurut seorang pakar hukum siber, Pavan Duggal, di India belum ada hukum yang mengatur kasus penambangan data.

"India tidak memiliki undang-undang khusus tentang perlindungan data. India juga tidak memiliki undang-undang tentang privasi, kami juga tidak memiliki undang-undang khusus tentang keamanan dunia maya," kata Duggal dikutip Associated Press.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X