Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Tempur Terakhir AS Tinggalkan Vietnam

Kompas.com - 29/03/2018, 15:00 WIB
Sebuah tank milik Tentara Vietnam Utara (NVA) menerobos gerbang istana kepresidenan Vietnam Selatan di Saigon pada 30 April 1975. Pasukan Vietnam Utara kemudian berhasil menguasai Saigon sekaligus mengakhiri perang Vietnam yang telah berlangsung selama 10 tahun. AFP/GettySebuah tank milik Tentara Vietnam Utara (NVA) menerobos gerbang istana kepresidenan Vietnam Selatan di Saigon pada 30 April 1975. Pasukan Vietnam Utara kemudian berhasil menguasai Saigon sekaligus mengakhiri perang Vietnam yang telah berlangsung selama 10 tahun.
|

KOMPAS.com - Dua bulan setelah perjanjian penghentian tembak menembak antara Amerika Serikat dan Vietnam diteken di Paris, pasukan tempur AS terakhir meninggalkan Vietnam Selatan.

Kesepakatan untuk menarik mundur pasukan ini dilakukan bersamaan dengan langkah Hanoi membebaskan tawanan perang yang ditahan di Vietnam Utara.

Penarikan pasukan tempur terakhir ini sekaligus mengakhiri keterlibatan AS dalam Perang Vietnam selama delapan tahun.

Sementara itu, di Saigon sekitar 7.000 personel staf sipil Kemenhan AS tetap berada di negeri itu untuk membantu Vietnam Selatan dalam menghadapi perang yang masih berlanjut dengan pihak komunis di utara.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS Mengaku Kalah dalam Perang Vietnam

Pada 1961, setelah dua dekade memberikan bantuan tak langsung, Presiden AS John F Kennedy mengirimkan kontingen pertama pasukan Amerika ke Vietnam untuk membantu menghadapi komunis.

Tiga tahun kemudian, di saat rezim Vietnam Selatan di ambang keruntuhan, Presiden Lyndon B Johnson memerintahkan serangan udara terbatas terhadap Vietnam Utara.

Langkah Presiden Johnson ini kemudian diikuti kongres AS yang menyetujui pengiriman personel militer ke Vietnam.

Pada 1965, dengan semakin gencarnya serangan Vietnam Utara, Presiden Johnson memiliki dua pilihan, meningkatkan keterlibatan AS atau mundur dari Vietnam.

LBJ, panggilan akrab Presiden Johnson, akhirnya mengambil pilihan pertama dan jumlah personel militer AS di Vietnam segera melonjak hingga 300.000 orang.

Sementara, di langit, Angkatan Udara AS menggelar serangan udara terbesar yang pernah dilaukan sepanjang sejarah.

Baca juga : Tom Hayden, Aktivis Anti-Perang Vietnam Wafat di Usia 76 Tahun

Selama beberapa tahun kemudian, perang tak kunjung berakhir dan korban tentara AS terus berjatuhan.

Selain itu, kejahatan perang yang dilakukan militer AS misalnya pembantaian di My Lai yang terekspos ke publik membuat banyak warga AS menentang perang.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.