Gugatan Keluarga Korban Serangan 11 September kepada Saudi Dilanjutkan

Kompas.com - 29/03/2018, 13:44 WIB
Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS. Getty Images Pembajak pesawat membunuh hampir 3.000 orang selama serangan terkoordinasi pada 11 September 2001. Serangan itu antara lain menarget menara kembar World Trade Center (WTC) di New York City, AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ratusan keluarga korban, perusahaan asuransi, dan perusahaan mengajukan gugatan terhadap pemerintah Arab Saudi yang dianggap terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001, di Amerika Serikat.

Namun, pada Rabu (28/3/2018, hakim di AS menolak upaya Arab Saudi untuk menghentikan tuntutan hukum tersebut.

Mengutip Reuters seperti dilansir dari Fox News, Kamis (29/3/2018), pemerintah Saudi dituduh membantu dua pembajak pesawat untuk beradaptasi di AS, guna mempersiapkan serangan.

Baca juga : Intelijen AS: Ada Rencana Serangan Teror Seperti Tragedi 11 September

Pihak tergugat menyatakan, tidak ada bukti adanya pejabat pemerintah atau karyawan Saudi yang terlibat dalam rencana pembunuhan massal tersebut.

Seperti diketahui, sebanyak 15 dari 19 pembajak pesawat yang menabrak menara kembar World Trade Center merupakan orang Saudi.

Hakim Distrik AS Geoge Daniels menyatakan, tuduhan penggugat telah memenuhi persyaratan untuk pengadilan sesuai dengan Undang-Undang Keadilan terhadap Sponsor Aksi Terorisme (JASTA).

Melalui JASTA, keluarga korban tragedi 11 September dapat menggugat pemerintah Arab Saudi di pengadilan AS untuk mendapatkan kompensasi.

Pemerintah Saudi membantah terlibat dalam serangan 11 September, yang menewaskan hampir 3.000 orang di New York City, Pennsylvania, dan di Pentagon.

Baca juga : Rekaman Suara Pramugari dan Pembajak Sebelum Tragedi 11 September

Saat ini, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman tengah berada di AS. Pekan lalu, dia disambut oleh Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Saudi berencana membeli peralatan militer terbaik buatan AS. Tak hanya itu, Pangeran Mohammed menyatakan, Saudi merupakan sekutu tertua AS di Timur Tengah.

"Kami adalah sekutu tertua AS di Timur Tengah," ucap Pangeran Mohammed.

Sebelum tiba di AS, Pangeran Mohammed mengatakan, hubungan Saudi dan AS yang bersejarah akan kembali terjalin setelah hampir 80 tahun.

"Ini hubungan yang mungkin paling kuat yang pernah kami alami," kata Trump.



Sumber Fox News,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X