Seorang Mantan Menteri Catalonia Ditahan Kepolisian Skotlandia

Kompas.com - 28/03/2018, 23:46 WIB
Mantan Menteri Catalonia Clara Ponsati meninggalkan gedung pengadilan di Edinburgh, Skotlandia setelah mendapat jaminan, Rabu (28/3/2018). AFP/SCOTT HEPPELLMantan Menteri Catalonia Clara Ponsati meninggalkan gedung pengadilan di Edinburgh, Skotlandia setelah mendapat jaminan, Rabu (28/3/2018).

EDINBURGH, KOMPAS.com - Mantan menteri Catalonia, Clara Ponsati, yang ikut berperan dalam gerakan kemerdekaan tahun lalu, ditahan polisi Skotlandia, pada Rabu (28/3/2018). Ponsati menjadi satu dari sejumlah tokoh Catalonia yang sempat menjadi buronan pemerintah Spanyol.

Ponsati sempat ditahan namun kemudian dilepaskan setelah memberikan jaminan. Namun dia diperintahkan untuk menyerahkan paspor miliknya selama sidang menunggu pendahuluan ekstradisi di Pengadilan Sheriff Edinburgh.

Kuasa hukum Ponsati menyampaikan, mereka akan berkeras menolak tuduhan terlibat dalam pemberontakan maupun penyalahgunaan dana publik untuk mengatur referendum kemerdekaan Catalonia tahun lalu yang dianggap ilegal pemerintah Spanyol.

Baca juga: Puigdemont Ditangkap, Ribuan Warga Bentrok dengan Polisi di Barcelona

Selama dalam penahanan, masa pendukung Ponsati ikut bertahan di luar pengadilan dengan mengibarkan bendera separatis Catalonia serta membentangkan spanduk dukungan bertuliskan "Kami bersamamu".

Ponsati juga mendapat dukungan dari anggota Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang menjalankan pemerintahan devolusi di Edinburgh. Mereka juga mengecam perintah penangkapan yang dikeluarkan untuk para politisi Catalonia.

Meski demikian, Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon menegaskan jika pihaknya tidak dapat turut campur dalam proses ekstradisi hukum independen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dukungan terhadap Ponsati juga datang melalui kampanye online yang bergerak mengumpulkan dana untuk melawan proses ekstradisi.

Kampanye yang diluncurkan pada Rabu (28/3/2018) tersebut telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari 90.000 poundsterling (sekitar Rp 1,7 miliar) hanya dalam kurun waktu tiga jam.

"Tim hukum saya telah diinstruksikan untuk secara tegas membela Clara Ponsati yang melihat tuduhan yang diarahkan padanya sebagai bentuk penganiayaan politik."

"Tuduhan itu juga menjadi upaya sistematis untuk menghancurkan semangat warga Catalonia dalam memperjuangkan kemerdekaan mereka," ujar pengacara Ponsati, Aamer Anwar dalam pernyataannya.

"Dia tidak percaya pengadilan Spanyol dapat menjamin kemerdekaan, hak asasi maupun keadilan. Clara tetap menentang dan bertekad melawan balik," tambahnya.

Baca juga: Ditahan di Jerman, Puigdemont Tunggu Putusan Ekstradisi ke Spanyol

Sebelumnya, hakim Spanyol pada pekan lalu telah mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional dan Eropa untuk Ponsati dan juga para pemimpin Catalonia lainnya, termasuk pemimpin tersingkir Charles Puigdemont, yang telah ditahan kepolisian Jerman pada Minggu (25/3/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.