Indonesia Pakai Buku Cerita Anak Jadi Instrumen Diplomasi - Kompas.com

Indonesia Pakai Buku Cerita Anak Jadi Instrumen Diplomasi

Kompas.com - 28/03/2018, 19:10 WIB
Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani (tengah) berbicara dalam Pameran Buku Anak di Bologna, Italia, Selasa (27/3/2018) waktu setempat.DOKUMENTASI KBRI ROMA Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani (tengah) berbicara dalam Pameran Buku Anak di Bologna, Italia, Selasa (27/3/2018) waktu setempat.

KOMPAS.com - Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran buku anak memiliki manfaat ekonomis demi mendorong transaksi hak penerbitan buku anak Indonesia di berbagai negara.

Pandangan itu diungkapkan Esti saat berbicara dalam Pameran Buku Anak di Bologna, Italia, Selasa (27/3/2018) waktu setempat.

"Lebih dari itu, ada manfaat lain yang juga bernilai tinggi karena buku dan cerita anak merupakan media efektif untuk pendidikan, menyebarluaskan nilai, pesan moral khas Indonesia," kata dia.

Pesan moral tersebut sifatnya universal, seperti kemanusiaan, persaudaraan. Kendati demikian, tak tertinggal pesan khusus tentang Islam yang rahmatan lil alamin.

"Pesan-pesan itu disampaikan kepada masyarakat internasional," kata Esti, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Pameran Buku Big Bad Wolf di Surabaya, 280 Jam Nonstop

Dengan kata lain, menurut Esti, buku cerita anak bisa menjadi salah satu instrumen diplomasi Indonesia.

Esti pun menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia bagi pendidikan anak-anak di dunia.

Ia lantas mengajak para pengunjung untuk mengeksplorasi kekayaan inspirasi buku cerita anak Indonesia.

Tahun ini adalah kali ketiga Indonesia berpartisipasi dalam Bologna Children’s Book Fair (BCBF).

Perhelatan ini merupakan pameran buku anak terbesar di dunia yang berlangsung tanggal 26 29 Maret 2018.

Partisipasi Indonesia dikelola oleh Komite Buku Nasional (KBN) atas dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Atase Pendidikan KBRI Paris bekerja sama dengan KBRI Roma.

Stan Indonesia bertema 17.000 Islands of Immagination, dirancang khusus berupa deretan rak buku yang memanjang dan melengkung.

Baca juga: Punya Garis Pantai Panjang, Indonesia Kok Masih Impor Garam?

Konsep ini merefleksikan garis pantai Indonesia yang panjang, dengan 17.000 pulau dan lebih dari 300 etnis, sebagai sumber kekayaan inspirasi dari cerita anak Indonesia.

Di stan ini, dipajang pula beragam buku dongeng, cerita rakyat, fantasi, hingga religi dan pengembangan karakter untuk anak.

Selain menampilkan deretan buku cerita anak, stan Indonesia juga menampilkan para ilustrator yang berperan penting dalam menerjemahkan cerita ke dalam gambar.

Dengan langkah tersebut, pembaca akan lebih mudah mengembangkan imajinasinya, terutama anak-anak.

Ada Dewi Tri Kusumah, Lyly Young, dan EorG yang tampil bergantian mendemonstrasikan kemampuan mereka membuat ilustrasi cerita.

Para pengunjung terlihat sangat antusias dan tak jarang yang berdecak kagum melihat keterampilan mereka.

Dalam waktu singkat para ilustrator ini mampu menghasilkan goresan karya yang artistik, dan komunikatif.

Bologna Children’s Book Fair tahun 2018 adalah edisi ke-55, yang diikuti oleh 1.390 peserta pameran dari 100 negara.

Pameran ini merupakan barometer penting industri kreatif, khususnya penerbitan buku anak di dunia.


Komentar

Close Ads X