Serangan Tujuh Rudal Houthi ke Arab Saudi, Iran Bantah Terlibat

Kompas.com - 28/03/2018, 19:07 WIB
Tentara Arab Saudi menunjukkan sisa-sisa rudal balistik yang diduga diluncurkan milisi Houthi pada Minggu (25/3/2018) malam. AFP/ ARAB NEWSTentara Arab Saudi menunjukkan sisa-sisa rudal balistik yang diduga diluncurkan milisi Houthi pada Minggu (25/3/2018) malam.

TEHERAN, KOMPAS.com - Koalisi Arab Saudi menuduh Iran sebagai pihak yang telah memasok persenjataan rudal kepada kelompok milisi Houthi. Rudal itulah yang kemudian ditembakkan ke kota-kota di Saudi pada Minggu (25/3/2018) malam.

Pemerintah Saudi mengklaim memiliki bukti dari serpihan sisa rudal yang telah dicegah menghantam kota-kotanya itu dan menyimpulkan rudal merupakan buatan Iran.

Riyadh bahkan berjanji akan mengambil tindakan terhadap Iran pada waktu dan tempat yang tepat atas serangan kelompok Houthi tersebut.

Namun para pejabat dan analis Iran, pada Selasa (27/3/2018) membantah klaim koalisi pimpinan Arab Saudi dan menyebut upaya memasok persenjataan maupun rudal ke Yaman tidak mungkin dilakukan.

Baca juga: Pemerintah Negara-negara di Dunia Kecam Serangan Rudal ke Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri Iran mengakui adanya dukungan terhadap kelompok Houthi di Yaman, namun menyangkal hubungan militer antara Teheran dengan pasukan pemberontak tersebut.

Dilansir dari AFP, juru bicara kementerian Bahram Ghamesi pun membalas tuduhan Arab Saudi dengan menyebut pernyataan tidak bertanggung jawab yang dilontarkan koalisi dapat ditindaklanjuti secara legal di tingkat internasional.

Sementara itu, perwira politik Iran, Yadollah Javani yang bertugas sebagai pengawal revolusi elit, menilai klaim yang disampaikan koalisi adalah untuk mengalihkan opini publik dari kekejaman yang dilakukan koalisi terhadap warga sipil di Yaman.

"Kenyataannya adalah bangsa Yaman berdiri untuk agresi Saudi dan telah berhasil membangun alat pertahanan dengan mengandalkan kemampuannya sendiri, termasuk kekuatan rudal, dan ini adalah hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Arab Saudi," ujarnya dilaporkan kantor berita Tasnim.

Javani menambahkan, Iran tidak mungkin mengirim senjata ke Yaman karena adanya blokade yang dikenakan oleh koalisi pimpinan Saudi, yang telah terlibat dalam kampanye pemboman udara terhadap Houthi sejak 2015.

Baca juga: Penasihat Keamanan Baru Trump Pernah Bujuk Israel untuk Serang Iran

Sementara, analis politik di Universitas Teheran, Mohammad Marandi mengatakan, konflik Yaman telah mengekspos kelemahan Arab Saudi.

"Saudi tidak mampu mengalahkan salah satu negara termiskin di dunia. Meskipun Saudi memiliki ratusan miliar dolar senjata dari negara-negara Barat untuk membantai orang-orang ini dan memaksakan kelaparan, mereka telah gagal sepenuhnya," kata Marandi.



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X