Kompas.com - 28/03/2018, 13:31 WIB
Sebanyak 23 staf diplomat Rusia beserta anggota keluarga mereka menaiki kendaraan di depan kantor kedutaan Moskwa di London yang akan membawa mereka ke bandara, Selasa (20/3/2018). AFP/DANIEL LEAL-OLIVASSebanyak 23 staf diplomat Rusia beserta anggota keluarga mereka menaiki kendaraan di depan kantor kedutaan Moskwa di London yang akan membawa mereka ke bandara, Selasa (20/3/2018).

BRUSSELS, KOMPAS.com - Gelombang pengusiran terhadap diplomat Rusia di sejumlah negara masih terjadi. Hingga kini telah ada 27 negara di seluruh dunia yang mengumumkan akan mengusir agen intelijen Moskwa.

Setidaknya telah ada 151 diplomat Rusia yang harus segera meninggalkan negara tempanya bertugas dan kembali ke Moskwa, menjadikan gelombang pengusiran kali ini sebagai yang terbesar dialami negara itu sejak era Perang Dingin.

Setelah AS, Kanada, Ukraina, Norwegia, Albania dan 16 negara anggota Uni Eropa yang telah mengumumkan pengusiran terhadap diplomat Rusia pada Senin (26/3/2018), sehari kemudian Australia, Belgia, Irlandia, Moldova dan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan hal serupa.

Baca juga: Mantan Presiden Ukraina: Rusia Harus Ditekan Lewat Militer

Perdana Menteri Belgia, Charles Michel, mengatakan pada Selasa (27/3/2018), akan mengusir seorang diplomat Rusia dan menjadikannya negara Uni Eropa ke-18 yang mendukung Inggris.

Michel menambahkan, Belgia sebagai tuan rumah bagi NATO juga akan menerapkan keputusan aliansi dan akan mengusir tujuh diplomat Rusia dari misi mereka di NATO.

"Setelah berkoordinasi dengan mitra-mitra di Uni Eropa dan NATO, maka Belgia memutuskan untuk memulangkan seorang anggota staf diplomatik Rusia dari misi yang diakreditasi Kerajaan Belgia," ujarnya dalam pernyataan yang dilansir AFP.

"Mengingat dampak insiden di Salisbury dan adanya kemungkinan besar keterlibatan Rusia dalam serangan itu, kami menilai langkah ini dapat dibenarkan," tambahnya.

Pemerintah Belgia telah menyampaikan keputusan tersebut dan memberi waktu 14 hari kepada orang yang dimaksud untuk meninggalkan negara itu.

Sementara, Ketua NATO, Jens Stoltenberg mengumumkan, aliansi akan mengusir tujuh diplomat Rusia untuk menunjukkan kepada Moskwa "harga" yang harus dibayar atas tindakannya meracuni mantan agen gandanya, Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Inggris pada 4 Maret lalu.

Tak hanya mengusir sejumlah diplomat, NATO juga memangkas personil maksimum misi Rusia di aliansi tersebut dari 30 menjadi hanya 20 orang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X