Kompas.com - 28/03/2018, 12:00 WIB
Presiden AS Donald Trump melambai sambil memegang payungnya saat tiba di Los Angeles, California, Selasa (13/3/2018). (AFP/Frederic J Brown) Presiden AS Donald Trump melambai sambil memegang payungnya saat tiba di Los Angeles, California, Selasa (13/3/2018). (AFP/Frederic J Brown)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk mengakhiri status perlindungan ribuan imigran Liberia di AS, pada Selasa (27/3/2018).

AFP melaporkan, Trump memberikan waktu satu tahun kepada mereka untuk meninggalkan AS. Kebijakan tersebut merupakan langkah terbaru yang serupa, setelah lebih dari 250.000 warga Salvador, Haiti, dan Nikaragua kehilangan status perlindungan selama pemerintahan Trump.

Warga Liberia tiba di Negeri Paman Sam pada 1991, ketika negara Afrika Barat tersebut dilanda konflik perang saudara.

Baca juga : Presiden Baru Liberia Janji Potong Gajinya untuk Pembangunan Negeri

Kemudian pada 1999, sekitar 10.000 dari mereka memenuhi syarat untuk penundaan pemulangan oleh pemerintahan presiden Bill Clinton.

Era presiden George W Bush dan Barrack Obama, status mereka diperbarui secara berkala. Namun, Trump memutuskan untuk mengakhiri perizinan itu dan menganggap Liberia telah aman untuk mereka tinggali.

Masa tenggang status perlindungan warga Liberia di AS akan berakhir pada 31 Maret 2018.

Melalui surat yang ditujukan kepada Kementerian Keamanan Dalam Negeri, Trump memberikan waktu 12 bulan bagi warga Liberi untuk mempersiapkan pemulangan mereka.

"Melalui konsultasi dengan lembaga eksekutif dan terkait serta penasihat saya, saya telah mendapat informasi bahwa kondisi di Liberia telah membaik," tulis Trump.

"Liberia tidak lagi mengalami konflik bersenjata dan telah membuat kemajuan signifikan dalam memulihkan stabilitas dan pemerintahan yang demokratis," tambahnya.

Baca juga : George Weah Dilantik Menjadi Presiden Liberia

Seperti diketahui, rakyat Liberia baru saja menyambut terpilihnya presiden baru, George Weah, yang juga mantan penyerang klub sepak bola AC Milan dan Paris St Germain.

Weah berjanji akan memotong seperempat gajinya untuk dialihkan ke anggaran pembangunan, di tengah situasi negara yang sedang menghadapi kebangkrutan.

"Perekonomian kita rusak, pemerintah kita bangkrut, mata uang kita jatuh bebas, inflasi meningkat," katanya, pada Januari lalu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X