AS Beri Bantuan Rp 9,6 Triliun untuk Sistem Pertahanan Rudal Israel

Kompas.com - 28/03/2018, 11:12 WIB
Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman CHIP SOMODEVILLA / AFPMenteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah AS memberikan bantuan dana sebesar 705 juta dollar (sekitar Rp 9,6 triliun) kepada Israel untuk meningkatkan sistem pertahanan rudal negara tersebut.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 600 juta dollar (sekitar Rp 8,2 triliun), sekaligus tercatat menjadi yang terbesar pernah diberikan AS kepada Israel untuk membantu pertahanan rudal.

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman pun menyampaikan terima kasihnya kepada AS yang telah menyetujui paket bantuan untuk menjaga keamanan langit negaranya dalam rancangan undang-undang pengeluaran yang disahkan pada pekan lalu itu.

Baca juga: Penasihat Keamanan Baru Trump Pernah Bujuk Israel untuk Serang Iran

"Saya senang dapat mengumumkan bahwa Kongres AS telah menyetujui sejumlah bantuan untuk pertahanan rudal yang memecah rekor sebesar 705 juta dollar pada 2018. Kami akan terus mengembangkan sistem pertahanan rudal berlapis,” tulis Lieberman di akun Twitter-nya, Senin (26/3/2018).

Lieberman menambahkan, bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan sistem keamanan berlapis Israel yang dirancang dapat menembak jatuh rudal jarak dekat yang ditembakkan dari Gaza dan Lebanon, serta menghadapi ancaman rudal jarak jauh seperti yang ditimbulkan Iran.

Melansir dari Middle East Monitor, selain bantuan pengembangan sistem pertahanan rudal, pada 2016 lalu, pemerintah AS telah menyetujui pemberian bantuan sebesar total 38 miliar dollar (Rp 522 triliun) selama 10 tahun kepada Israel untuk bidang keamanan.

Bantuan tersebut diberikan bertahap setiap tahunnya dengan tahun ini sebesar 3,1 miliar dollar AS (Rp 42,5 triliun). Bantuan itu terpisah dengan yang diberikan untuk pertahanan rudal Israel.

Sehingga jika ditotal, pada tahun 2018 ini, AS menggelontorkan dana mencapai lebih dari Rp 52 triliun hanya untuk menjaga keamanan negara Yahudi tersebut.

Baca juga: Bawa Pisau dan Granat, Tiga Warga Palestina Ditahan Tentara Israel

Bantuan tersebut berbanding terbalik dengan yang diberikan AS kepada Palestina, yang pada Januari lalu memutuskan memangkas pendanaan untuk Badan Bantuan dan Pekerja PBB (UNRWA) menjadi hanya sebesar 60 juta dollar (sekitar Rp. 824 miliar).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X