Kompas.com - 27/03/2018, 22:57 WIB

GAZA, KOMPAS.com - Tentara Israel dilaporkan telah menahan tiga warga Palestina yang mencoba melintasi perbatasan di Jalur Gaza pada Selasa (27/3/2018). Ketiga warga Palestina tersebut diketahui membawa senjata tajam dan juga granat.

Pejabat militer Israel menyampaikan, penangkapan dilakukan di wilayah Israel, di dekat pangkalan militer, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari perbatasan.

Otoritas Israel juga merilis gambar yang menunjukkan sejumlah pisau, granat serta alat pemotong kawat yang ditemukan bersama dengan tiga orang yang ditahan.

"Saat ini kami belum mengetahui siapa yang mengirim dan dengan tujuan apa ketiga orang itu dikirim," kata juru bicara militer Israel kepada AFP.

Baca juga: Mesir Buka Perbatasan dengan Jalur Gaza selama Dua Hari

Penahanan itu dilakukan di tengah situasi wilayah perbatasan yang sedang memanas menjelang aksi protes yang akan dilakukan memperingati Hari Tanah Palestina, dalam rangka peringatan terbunuhnya enam demonstran Arab tak bersenjata dalam aksi proters menentang Israel pada 1976.

Aksi dijadwalkan mulai dilangsungkan pada Jumat (30/3/2018) mendatang di Gaza dan Tepi Barat.

Aksi peringatan pada tahun ini dikhawatirkan lebih mudah terjadi gesekan dan konflik menyusul tingkat kemarahan warga Palestina yang sedang tinggi usai pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Warga Gaza telah diajak untuk bergerak ke arah pagar perbatasan Israel yang telah menutup wilayah pesisir dari negara Yahudi itu.

Sudah terjadi beberapa kali insiden di sepanjang perbatasan itu dalam beberapa hari terakhir.

Amarah penduduk Palestina semakin bertambah menyusul pernyataan dari Menteri Pembangunan Israel Yoav Gallant yang memperingatkan peserta aksi yang berupaya melanggar wilayah perbatasan pada peringatan Hari Tanah.

Baca juga: Warga Palestina Siapkan Demonstrasi Tenda di Perbatasan Gaza-Israel

"Jika mereka ingin melakukan aksi damai di dalam Jalur Gaza, itu menjadi urusan mereka sendiri. Tapi jika kami melihat adanya niatan untuk menyeberangi perbatasan, kami tidak akan menunggu hingga detik terakhir saat ribuan massa menghancurkan pagar," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.