Kompas.com - 27/03/2018, 18:13 WIB
Florence Nightingale mendapatkan julukan Bidadari Berlampu dari tentara Inggris. (encenasaudemental.net) Florence Nightingale mendapatkan julukan Bidadari Berlampu dari tentara Inggris. (encenasaudemental.net)

Perang Crimea

Awal 1950-an, Florence kembali ke London dan bekerja di sebuah rumah sakit. Kinerjanya mengesankan atasannya, sehingga dia dipromosikan menjadi pengawas rumah sakit.

Dia juga pernah menjadi sukarelawan di rumah sakit Middlesex, yang tengah bergulat dengan wabah kolera. Kondisi yang tidak steril mempercepat penyebaran penyakit.

Florence menerbitkan misi untuk meningkatkan praktik kebersihan di rumah sakit. Secara signifikan, jumlah kematian menjadi menurun.

Oktober 1853, Perang Crimea pecah. Pasukan Sekutu Inggris dan Perancis berperang melawan Kekaisaran Rusia untuk menguasai wilayah Ottoman.

Pada 1854, sekitar 18.000 tentara harus masuk rumah sakit militer dan tidak ada perawat perempuan yang ditempatkan di Krimea. Tentara yang sakit dan terluka terabaikan, kondisi rumah sakit sangat tidak sehat

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Lee Kuan Yew

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Florence menerima surat dari Menteri Perang Sidney Herbert, memintanya untuk mengirim korps perawat ke Krimea. Dengan sigap, dia mengumpulkan 38 perawat dari berbagai latar belakang dan berlayar menuju Krimea.

Tiba di pangkalan rumah sakit Inggris di Scutari pada November 1854, rombongan itu melihat tempat perawatan itu sangat kotor.

Pasien terbaring di lorong bersama kotoran mereka, hewan pengerat, dan serangga. Persediaan perban dan sabun juga menipis, begitu pula dengan air.

Florence mengatur semua manajemen rumah sakit untuk meningkatkan persediaan makanan, selimut, tempat tidur, dan kebersihan.

Setiap malam, dengan membawa lampu penerangan, dia memeriksa kondisi tentara di rumah sakit. Dari situlah, Florence mendapat julukan "Bidadari Berlampu".

Dia mendapatkan penghormatan dari para prajurit. Prestasinya yang telah mengurangi tingkat kematian hingga 2 persen  membawa ketenaran baginya, di mana pers dan surat-surat tentara mewartakan dirinya.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Emilio Aguinaldo

Britannica melaporkan, investigasi para sejarawan abad ke-20 mengungkapkan tingkat kematian di Rumah Sakit Barrack itu selama ditangani Florence sebenarnya lebih tinggi. Pemerintah Inggris disebut telah menyembunyikan angka kematian sesungguhnya.

Sempat jatuh sakit karena kemungkinan meminum susu yang terkontaminasi, dia tetap bertahan di Scutari meski perang telah usai pada 30 maret 1856.

Dia kembali ke rumahnya di Derbyshire pada 7 Agustus 1856 sebagai pahlawan.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X