Kompas.com - 27/03/2018, 18:13 WIB

KOMPAS.com - Dulu, perawat dianggap sebagai profesi yang hina dan rumah sakit merupakan tempat yang kotor dan jorok.

Semua itu berubah ketika "Bidadari Berlampu" mereformasi dunia keperawatan sebagai pekerjaan terhormat bagi perempuan.

Dia adalah Florence Nightingale, seorang perempuan yang berasal dari keluarga kaya di Inggris, menjadi pelopor perawat modern.

Pemikirannya memengaruhi kebijakan perawatan pasien yang tepat pada abad ke-19 dan 20.

Lalu bagaimana Florence merintis karirnya, dan bagaimana pula dia mendapat julukan "Bidadari Berlampu"?

Kehidupan awal

Seperti namanya, dia lahir di kota Florence, Italia, pada 12 Mei 1820, sebagai anak terakhir dari dua bersaudara.

Kembali ke Inggris pada 1821, keluarga Nightingale tidak mengalami kesulitan finansial. Mereka memiliki kehidupan yang nyaman dan kerap bepergian untuk berlibur.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Isadora Duncan, Sang Pionir Tari Modern

Florence dibesarkan di rumah keluarganya di Lea Hurst. Kendati ibunya menyukai kehidupan sosial di antara orang kaya, Florence justru canggung menghadapi situasi tersebut.

Dia lebih suka menghindar menjadi pusat perhatian. Walau kerap beradu pemikiran dengan sang ibu, dia tetap ingin selalu menyenangkannya.

"Saya pikir, saya punya sesuatu yang lebih baik dan sesuai," tulis Florence.

Sejak usia muda, Florence aktif dalam filantropi, melayani orang-orang sakit dan miskin di desa yang berdekatan dengan tempat tinggal keluarganya.

Pada usia 16 tahun, dia menyadari bahwa menjadi perawat merupakan panggilan dari Tuhan baginya.

Orangtua Florence tentu menolak ambisinya menjadi perawat. Di Era Victoria, seorang perempuan muda dari kelas sosial seperti keluarga Nightingale diharapkan menikah dengan pria.

Perempuan tidak boleh mengambil pekerjaan rendahan. Menginjak usia 17 tahun, dia menolak lamaran dari Richard Monckton Milnes, pria yang dianggap cocok dengannya.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Harry Houdini

Bertekad untuk mengejar panggilan harinya meski mendapat pertentangan dari orangtua, Florence mendaftarkan diri di Rumah Sakit Lutheran Pastor Fluedner, di Kaiserwerth, Jerman, untuk studi keperawatan.

Selama dua pekan pelatihan pada Juli 1950 dan tiga bulan pada Juli 1851, Florence belajar keterampilan keperawatan dasar, pengamatan pasien, dan nilai organisasi rumah sakit yang baik.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.